KKP Gerak Cepat Pulihkan Perikanan Agam Pascabencana

Bukittinggi – Pemerintah Kabupaten Agam menerima kunjungan Direktur Pengolahan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Budi Yuwono, di Mess Pemkab Agam, Jumat (23/7), untuk membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sektor kelautan dan perikanan pascabencana alam di Sumatera Barat.

Budi menyampaikan tim KKP turun langsung ke lapangan untuk memetakan dampak bencana terhadap usaha budidaya dan pengolahan hasil perikanan milik masyarakat.

Ia menegaskan peninjauan itu dilakukan agar bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai kebutuhan pemulihan sektor budidaya dan pengolahan hasil perikanan.

Hasil pemetaan tersebut, kata Budi, akan menjadi dasar KKP dalam menyusun langkah pemulihan sekaligus menentukan bentuk dukungan yang paling tepat bagi warga terdampak.

Bupati Agam Benni Warlis menyambut kehadiran tim KKP sebagai harapan baru bagi pelaku usaha perikanan di daerahnya.

Benni mengatakan kerusakan cukup besar terjadi di sentra budidaya dan pengolahan ikan, terutama di Kecamatan Tanjung Raya dan Palembayan.

Ia menilai bantuan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor itu bisa segera pulih.

Dalam pertemuan tersebut, Benni juga mengenalkan limbek salai sebagai produk unggulan daerah yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi.

Ia berharap kerja sama dengan KKP tidak hanya berfokus pada pemulihan pascabencana, tetapi juga ikut mendorong pengembangan industri pengolahan ikan lokal.

Benni menambahkan, pemerintah daerah menargetkan penguatan identitas dan legalitas produk khas Agam agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Ia optimistis koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan mempercepat pemulihan sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komentar