Padang – Sebanyak 19 ribu pohon pelindung kini berdiri kokoh menghiasi berbagai ruas jalan di Kota Padang. Keberadaan ribuan vegetasi ini menjadi benteng alami dalam menekan polusi udara, meningkatkan daya resap air, sekaligus mempercantik wajah ibu kota Sumatra Barat tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, mengungkapkan bahwa di antara ribuan pohon tersebut, terdapat sejumlah pohon tua yang diperkirakan telah berusia lebih dari 100 tahun. Pohon-pohon bersejarah ini masih tumbuh subur di titik-titik strategis, seperti kawasan Balaikota Lama dan Jalan Samudera di dekat Markas Ajendam I/BB.
"Selain berfungsi sebagai peneduh, sebagian dari pohon-pohon tersebut diduga merupakan warisan sejarah yang telah berusia ratusan tahun sejak zaman kolonial Belanda," ujar Fadelan, Rabu (6/5/2026).
Meski tidak memiliki catatan dokumentasi penanaman yang pasti, pihak DLH mengidentifikasi usia pohon tersebut melalui analisis karakteristik fisik dan kondisi batang yang besar. Sebagai upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, Pemerintah Kota Padang terus melakukan peremajaan ruang terbuka hijau. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 773 pohon pelindung baru telah ditanam di berbagai lokasi.
Dalam pengelolaannya, DLH Kota Padang menerapkan tiga pilar utama, yakni fungsi ekologis, estetika, dan keselamatan publik. Fadelan menegaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pemangkasan dahan yang berpotensi patah guna meminimalisir risiko bagi masyarakat.
"Ketiga aspek ini menjadi prioritas agar pohon tetap memberikan manfaat ekologis dan keindahan bagi kota, namun tetap menjamin keamanan bagi setiap warga yang melintas," pungkasnya.

