Tanah Datar – Khatam Al-Qur’an TPA Al Hidayah di Masjid Jihad, Jorong Kawai, Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, berlangsung meriah pada Minggu (21/6). Acara dimulai dengan pawai ta’aruf mengelilingi kampung diiringi salawat dulang, lalu dilanjutkan dengan penampilan para santri membaca ayat-ayat Al-Qur’an di panggung utama masjid.
Sejak awal, suasana festif sudah terasa dari tampilan masjid yang dihias kreatif menggunakan anyaman dan ornamen dari daun kelapa. Para santri pun diarak dengan busana muslim serba putih sambil membawa payung merah.
Pawai ta’aruf itu tidak hanya diikuti para peserta dan orang tua, tetapi juga bundo kanduang, tokoh masyarakat, serta kelompok bapak-bapak yang melantunkan salawat dan syair islami. Kerabat peserta turut membawa sakunyik atau ketan kuning berbentuk kerucut yang dihiasi kue panyaram, telur bebek rebus, dan berbagai ornamen di bagian atasnya.
Setelah pawai, masing-masing peserta tampil membaca ayat-ayat Al-Qur’an sesuai ketentuan panitia. Kegiatan itu turut dihadiri Wali Nagari Batu Bulek Andi Musdar, Sekretaris Camat Lintau Buo Utara Luthfi, serta sejumlah undangan lainnya.
Sekcam Luthfi mengapresiasi pelaksanaan khatam Al-Qur’an di jorong tersebut. Ia menegaskan, peran guru mengaji dan dukungan orang tua sangat penting dalam membina generasi qurani.
Ia juga menyebut keberhasilan para santri menamatkan Al-Qur’an merupakan hasil kerja keras dan kesabaran para ustaz dan ustazah selama membimbing mereka. Karena itu, ia mengingatkan agar para santri tetap terus mengaji meski sudah khatam.
Ketua Pengurus Masjid Syafriwal mengatakan, santri di masjid itu tidak dikenakan uang bulanan tetap. Menurut dia, pengelola TPA dan pengurus masjid telah menyediakan sarana pendidikan, sedangkan orang tua hanya diminta berpartisipasi dalam bentuk sumbangan sebagai khidmat kepada guru.
Ketua panitia pelaksana khatam Al-Qur’an tahun 2026, Indra Azmi, menyampaikan jumlah peserta tahun ini sebanyak 12 orang. Meski tidak sebanyak biasanya, ia menilai kemeriahannya tetap tidak kalah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Di Jorong Kawai, khatam Al-Qur’an bukan sekadar seremoni, melainkan sudah menjadi alek masyarakat setempat. Hampir seluruh warga terlibat sejak persiapan hingga puncak acara.
Para pemuda dan remaja bergotong royong menghias masjid serta lingkungan sekitar dengan ornamen hasil swadaya. Lampu warna-warni dipasang di halaman masjid, sementara hiasan dari daun kelapa dirangkai untuk menambah semarak suasana.
Kaum ibu juga turut menyiapkan konsumsi. Bahkan warga yang anak atau keluarganya tidak ikut dalam perayaan tetap membantu sesuai kemampuan mereka.
Bagi masyarakat setempat, tradisi khatam Al-Qur’an bukan hanya menandai keberhasilan anak-anak menamatkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga mempererat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Acara itu juga diisi dengan doa khotmil quran oleh santri lainnya, serta tausiah agama pada malam hari yang sekaligus membacakan nama-nama pemenang.




Komentar