Agam – Walinagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Agam, Muhammad Januar menerima kunjungan studi banding dua kepala desa dari Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Rabu (20/5), di aula kantor walinagari setempat.
Kunjungan tersebut bertujuan melihat langsung peran Badan Musyawarah (BAMUS) Nagari bersama Kerapatan Adat Nagari (KAN) dalam menjaga dan melestarikan adat salingka nagari.
Kepala Seksi Pemerintahan Nagari Canduang Koto Laweh, Adikus Endang, menyampaikan hal itu saat ditemui di Posko Kelompok Siaga Bencana (KSB) Canduang Koto Laweh (Cangkola), Kamis (21/5).
Rombongan yang hadir terdiri dari Kepala Desa Lumindai Chairunas bersama Ketua BPD Lumindai Marlius, Kepala Desa Balai Batu Sandaran Nasirwan bersama Ketua BPD Balai Batu Sandaran Syafrudin, serta Kasi Pemerintahan Kecamatan Barangin Rahmaniar.
Canduang Koto Laweh merupakan salah satu nagari di Kecamatan Canduang yang memiliki 11 jorong, yakni Jorong Labuang, Puti Ramuih, Seratus Janjang, Bingkudu, Gantiang Koto Tuo, Batu Balantai, Lubuak Aua, Tigo Suku, Tigo Kampuang, Canduang Guguak Katiak, dan Jorong XII Kampuang.
Pelestarian adat salingka nagari dilakukan untuk menjaga kekhasan aturan, norma, dan tradisi lokal yang berlaku di Canduang Koto Laweh maupun di nagari lain di Minangkabau.
Upaya ini dinilai penting agar identitas budaya tetap terjaga di tengah generasi muda sekaligus memperkuat masyarakat adat di nagari. Karena itu, pelestariannya memerlukan kerja sama yang baik dari seluruh unsur di tingkat nagari.
Kunjungan studi tiru dari Pemerintahan Desa Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, juga menjadi sarana berbagi informasi antarwilayah yang memiliki adat salingka nagari berbeda. Kegiatan ditutup dengan saling bertukar cinderamata.







Komentar