Bukittinggi – Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengapresiasi suksesnya lomba balap sepeda tanpa pedal atau pushbike yang digelar di kota itu dan menyebut ajang serupa ditargetkan menjadi agenda rutin dua kali setahun dengan skala internasional.
Pernyataan itu disampaikan Ramlan pada Minggu, 5 Juli 2026, seusai lomba “Bukittinggi Maimbau Wisata Runbike” berlangsung di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bukittinggi. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 300 peserta.
“Insya Allah ajang ini akan menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Bukittinggi sebagai bagian dari program unggulan di bidang olahraga. Ditargetkan terselenggara dua kali dalam setahun bertaraf internasional,” kata Ramlan.
Ia menegaskan, sejak awal Pemkot Bukittinggi telah memberikan dukungan, terutama pada fasilitas lokasi dan pengamanan. Ramlan menyebut sebagian besar peserta datang dari luar Sumatera Barat.
Untuk tahun depan, ia berharap penyelenggaraan dibuat lebih besar dengan mengundang peserta dari Malaysia, Singapura, dan negara lain. Menurut dia, pushbike adalah olahraga yang unik karena melatih kesiapan mental, fisik, dan kesabaran anak-anak.
Ramlan juga menilai kegiatan ini turut menggerakkan ekonomi daerah karena menghadirkan tamu ke Bukittinggi. Dampaknya, kata dia, terlihat pada tingkat hunian hotel serta aktivitas jual beli masyarakat.
“Saya minta nanti digelar bertepatan juga dengan hari libur anak sekolah. Kita siap menjadikan Bukittinggi kota wisata olahraga. Saya akan rapatkan nanti dan kita anggarkan di kalender pariwisata,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada para pegiat olahraga pushbike, panitia, peserta, orang tua, dan sponsor yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Ketua Pelaksana Bukittinggi Maimbau Wisata Runbike, Ade Jeri Harlan, mengatakan pushbike merupakan olahraga anak berbasis sepeda tanpa pedal yang diperuntukkan bagi usia dini, mulai dari 2 hingga 10 tahun. Ajang ini menjadi event perdana di Kota Bukittinggi.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan jenis olahraga baru yang ramah anak, sekaligus mendukung pengembangan sport tourism dan menciptakan ruang berkumpul bagi masyarakat,” kata Ade.
Ia menjelaskan, pushbike bermanfaat bagi tumbuh kembang anak karena mengharuskan mereka menggerakkan seluruh otot tubuh. Sepeda didorong dengan kaki sehingga efektif melatih keseimbangan, koordinasi motorik, fokus, dan kepercayaan diri.
“Pushbike juga menjadi ajang mempererat ikatan antara anak dan orang tua karena seluruh aktivitasnya dilakukan dengan pendampingan langsung. Terima kasih kepada Pemkot Bukittinggi yang mendukung penuh kegiatan positif ini,” ujarnya.
Ade menambahkan, olahraga pushbike kini semakin diminati di Bukittinggi. Komunitas Pushbike Bukittinggi yang mewadahi aktivitas itu resmi berdiri sejak 30 Mei 2025 dan saat ini memiliki lebih dari 30 anggota aktif dari Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, dan sekitarnya.
Ia juga mengatakan pelaksanaan event ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan 100 tahun Jam Gadang sebagai ikon utama Kota Bukittinggi. Momentum tersebut diharapkan memperkuat daya tarik kegiatan sebagai bagian dari perayaan kota sekaligus sarana promosi wisata yang memadukan olahraga, budaya, dan kebersamaan masyarakat.

![[J&T Express] Foto Pendukung 1 - Perluasan J&T International](https://gopadang.com/wp-content/uploads/2026/06/JT-Express-Foto-Pendukung-1-Perluasan-JT-International-300x178.jpg)





Komentar