VCS Bupati Limapuluh Kota: Pakar Telematika Bantah Rekayasa

Padang – Rekaman video call sex (VCS) yang melibatkan Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, diduga kuat bukan hasil rekayasa. Hal ini diungkapkan oleh pakar telematika, Abimanyu Wachjoewidajat, yang menyatakan bahwa video tersebut tampak asli.

"Tidak ada rekayasa pada video tersebut, baik yang pria maupun wanita," tegas Abimanyu, Senin (23/3/2026). Ia menambahkan, identifikasi pria dalam video dapat dilakukan melalui ciri-ciri fisik seperti wajah, cincin, serta elemen latar belakang seperti seprei, dipan, dan lemari.

Video berdurasi 30 detik itu menampilkan seorang pria yang diduga Safni, tengah melakukan panggilan video dengan seorang wanita. Keduanya terlibat dalam aktivitas tidak senonoh. Abimanyu meyakini bahwa rekaman ini adalah potongan dari konten yang lebih panjang, dan penyebarnya kemungkinan adalah lawan bicara dalam video call tersebut.

"Hasil crop dan merupakan potongan, penyebar pasti lawan video call-nya dan dia punya rekaman penuh," ujarnya. Abimanyu juga menjelaskan bahwa skenario pemerasan seringkali melibatkan penyebaran potongan video sebagai ancaman untuk mendapatkan uang.

Pernyataan ini berbeda dengan keterangan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, yang sebelumnya menyatakan bahwa rekaman VCS tersebut adalah hasil editan berdasarkan pengakuan pelaku. Namun, Susmelawati mengakui bahwa polisi belum melakukan uji digital forensik.

Polisi telah mengidentifikasi pelaku penyebaran video sebagai ABG, seorang narapidana di Lapas Sarolangun, Jambi. ABG diduga meminta uang sebesar Rp120 juta kepada Safni agar video tersebut tidak disebar, namun Safni hanya mengirimkan Rp1 juta.