Padang – Sebanyak 1.408 wisudawan dan wisudawati dikukuhkan dalam Wisuda Ahli Madya, Sarjana, Magister, dan Doktor Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar Universitas Putra Indonesia “YPTK” di UPI Convention Center, Kamis (21/5/2026).
Prosesi wisuda yang berlangsung selama tiga hari itu meluluskan 564 mahasiswa laki-laki dan 844 perempuan dari berbagai program studi, mulai jenjang Diploma, Sarjana, Magister, hingga Doktor. Kehadiran orang tua, keluarga, sivitas akademika, mitra, dan tamu undangan membuat suasana berlangsung haru sekaligus penuh kebanggaan.
Bagi UPI YPTK, wisuda tidak hanya menjadi agenda akademik tahunan. Momen ini juga merefleksikan perjalanan pendidikan yang diarahkan untuk melahirkan sumber daya manusia unggul, adaptif, berintegritas, dan siap memberi kontribusi bagi masyarakat serta pembangunan daerah.
Rektor UPI YPTK Assoc. Prof. Dr. Muhammad Ridwan, S.E., M.M. dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat belajar. Kampus, menurut dia, juga harus menjadi pusat inovasi, penguatan sumber daya manusia, dan solusi atas tantangan pembangunan.
Ia menambahkan, keberadaan UPI YPTK harus memberi manfaat luas, khususnya bagi Sumatera Barat, melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, dan kolaborasi yang berdampak nyata.
“Ini bukan akhir perjuangan, tetapi awal dari langkah yang lebih besar. Jadilah alumni yang bermanfaat, tetap berintegritas, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman serta teknologi,” ujar Ridwan.
Pesan itu sejalan dengan empat pilar utama UPI YPTK, yakni Teknologi, Keimanan, Karakter, dan Transformasi. Keempatnya menjadi fondasi pembentukan lulusan yang unggul secara akademik, kuat secara moral, dan siap menghadapi tantangan global.
Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Komputer Padang, Ibunda Dr. Zerni Melmusi, M.M., Ak., C.A., juga menyampaikan rasa syukur atas perjalanan UPI YPTK yang hingga kini telah melahirkan hampir 60 ribu alumni di berbagai bidang.
Ia mengingatkan para wisudawan agar terus menjaga keimanan, karakter, dan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Menurut dia, keberhasilan tidak semata diukur dari jabatan atau materi, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
“Teruslah melangkah lebih maju. Ke mana pun kalian pergi, ingatlah bahwa UPI YPTK akan selalu menjadi rumah yang mendoakan keberhasilan kalian,” katanya.
Dukungan terhadap perkembangan UPI YPTK juga datang dari Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma, S.H., M.Pd. Ia mengapresiasi pertumbuhan dan capaian kampus yang dinilai konsisten menunjukkan kemajuan dalam bidang akademik, inovasi, kolaborasi, dan kontribusi kepada masyarakat.
Menurut Afdalisma, UPI YPTK telah membuktikan diri sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata melalui pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kampus harus menjadi solusi bagi persoalan nyata di tengah masyarakat. UPI YPTK telah menunjukkan hal tersebut melalui berbagai capaian, kolaborasi, dan inovasi yang terus berkembang,” ujarnya.
Dalam laporannya, UPI YPTK menyampaikan sejumlah capaian strategis yang memperkuat kualitas pendidikan dan daya saing institusi. Saat ini, kampus memiliki 10.874 mahasiswa aktif, didukung 90 dosen bergelar doktor, 49 lektor kepala, 260 dosen tersertifikasi, serta 11 calon guru besar.
Di bidang riset dan pengabdian, UPI YPTK mencatat 2.294 publikasi ilmiah bereputasi Scopus/WoS selama 2023-2025 serta 1.147 kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pada sektor kolaborasi, kampus merealisasikan 92 Institutional Agreement pada 2025, naik signifikan hingga 736 persen dibandingkan 2023. UPI YPTK juga memperluas jejaring melalui 26 kerja sama internasional dan 172 MoU nasional aktif.
Komitmen terhadap pembangunan daerah turut diwujudkan melalui dukungan dana awal riset dan pengembangan sebesar Rp2 miliar untuk Sumatera Barat, khususnya pada sektor pertumbuhan ekonomi dan mitigasi bencana.
Sejumlah capaian itu semakin diperkuat dengan penghargaan di tingkat nasional dan internasional. UPI YPTK meraih ADPI Global Award 2025 kategori Global Higher Education di Malaysia, serta Anugerah Dikti Saintek 2025 kategori Media Sosial.
Huawei ICT Academy Award 2025 juga diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi UPI YPTK dalam pengembangan ekosistem teknologi informasi dan komunikasi. Pada kesempatan yang sama, Rektor UPI YPTK menerima penghargaan Most Popular Figure – Lifetime Achievement in Global Community Service Award atas dedikasi kepemimpinan dan kontribusinya dalam pengabdian masyarakat.
Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 ini menjadi momentum penting bagi UPI YPTK untuk kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tumbuh, adaptif, dan berdampak.
Melalui 1.408 lulusan yang resmi dikukuhkan, UPI YPTK berharap para alumni mampu menjadi generasi unggul yang membawa ilmu, karakter, inovasi, dan semangat pengabdian bagi Sumatera Barat, Indonesia, hingga dunia.


Komentar