Padang – Universitas Andalas (UNAND) mengukuhkan 695 wisudawan pada Wisuda III Tahun 2026 hari kedua yang digelar di Auditorium Kampus Limau Manis, Padang, Sabtu (11/7/2026).
Para lulusan itu berasal dari Sekolah Pascasarjana, Fakultas Teknologi Informasi (FTI), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Farmasi, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Teknik (FT), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Pada prosesi tersebut, UNAND juga melahirkan dua doktor baru dari Program Studi Kebijakan Publik dan Sosiologi.
Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., menegaskan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal memasuki dunia nyata yang bergerak cepat akibat teknologi, kecerdasan buatan, digitalisasi, dan perubahan ekonomi global.
Ia mengatakan perubahan di luar kampus kini berlangsung begitu cepat, bahkan dalam hitungan bulan, dengan otomatisasi dan AI yang telah memengaruhi hampir seluruh sektor kehidupan.
Menurut Efa, ijazah semata tidak cukup menjadi modal utama di era modern.
“Ijazah itu hanya pintu masuk. Yang paling penting adalah kemauan untuk terus belajar sepanjang hayat, mengasah keterampilan, memperluas jejaring, dan sigap beradaptasi agar tetap relevan,” ujarnya di hadapan wisudawan dan orang tua.
Selain kemampuan teknis, Efa juga menekankan pentingnya mentalitas dan moralitas dalam menghadapi persaingan global.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak takut gagal karena dari proses itulah karakter tangguh terbentuk.
“Orang yang berhasil bukan yang tidak pernah jatuh, melainkan yang selalu memilih bangkit setiap kali terjatuh,” katanya.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, Efa menegaskan komitmen UNAND untuk terus melahirkan lulusan dengan kompas moral yang kuat.
“Keahlian membuat seseorang diterima bekerja, tetapi integritas membuat seseorang dipercaya. Dan kepercayaan adalah modal yang sangat berharga,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Wisuda III kali ini juga terasa istimewa karena bertepatan dengan Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas.
Dalam kesempatan itu, Efa mengajak para lulusan menghayati semangat “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak”.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari jabatan tinggi atau penghasilan besar, tetapi dari kemampuan ilmu yang dimiliki untuk memberi solusi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di akhir prosesi, Efa berpesan agar para alumni baru menjaga nama baik almamater hijau dan terus memberi kontribusi bagi UNAND.
“Pergilah mengabdi dengan ilmu, pimpinlah dengan kejujuran, bekerjalah dengan integritas,” ujarnya sebelum menutup sidang terbuka secara resmi.





Komentar