Agam – Universitas Andalas (Unand) memperkuat perannya dalam pembangunan pertanian daerah melalui program pengabdian internasional di Dusun Puncak Lawang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang dilaksanakan pada Minggu (23/11). Kegiatan ini berfokus pada penyelarasan pengetahuan akademis, kebutuhan masyarakat, dan penerapan teknologi pertanian modern.
Program bertajuk ‘Smart Farming for Integrated Highland Coffee – Sugarcane Plantation in Puncak Lawang, Agam Regency’ ini merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis Fakultas Pertanian Unand ke-71. Acara ini dihadiri oleh akademisi Unand, pakar internasional dari Vietnam, serta sekitar 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi.
Sebagai bagian dari kegiatan, Fakultas Pertanian Unand dan Pemerintah Nagari Lawang menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mengembangkan model pertanian terintegrasi kopi dan tebu yang berkelanjutan. Kerja sama ini meliputi pengembangan teknologi pertanian presisi, pelatihan teknis, serta program magang dan penelitian bagi mahasiswa.
Dekan Fakultas Pertanian Unand, Prof. Dr. Ir. Indra Dwipa, M.S., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi tridharma perguruan tinggi yang menggabungkan inovasi akademik dengan kebutuhan riil masyarakat. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan pertanian terintegrasi berbasis smart farming di Nagari Lawang.
Sesi penyuluhan menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri yang membahas tentang budidaya kopi dan tebu berbasis smart farming, penanganan organisme pengganggu tanaman (OPT), serta strategi pengendalian yang ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun jaringan kerja sama menuju pertanian modern yang berkelanjutan di Sumatera Barat.





Komentar