PADANG – Tridarsa Tosib Rangkuti, BBA resmi dikukuhkan sebagai Panghulu Pucuk Niniak Mamak Kepala Waris Suku Caniago Sumagek dalam prosesi malewakan yang berlangsung khidmat di Rumah Kaum Suku Caniago Sumagek, Padang Selatan, Sabtu (18/4/2026). Melalui prosesi sakral tersebut, ia kini menyandang gelar adat Sutan Sari Maharajo Basa dan resmi bergabung dalam jajaran Niniak Mamak Nan Salapan Suku di Kerapatan Adat Nagari (KAN) Padang.
Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian pengukuhan yang sebelumnya telah dimulai dengan prosesi tagak gala di Jakarta pada awal April lalu. Langkah bertahap ini diambil untuk memastikan seluruh keluarga besar, baik di ranah maupun rantau, memberikan restu penuh atas amanah yang diemban Tridarsa.
Sebagai Panghulu Pucuk, Tridarsa memikul tanggung jawab besar dalam menjaga sako (gelar adat) dan pusako (harta pusaka). Ia berkomitmen membimbing anak kemenakan dengan berpegang teguh pada filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
"Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi peneguhan amanah untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai Minangkabau di tengah dinamika zaman," ujar Tridarsa.
Secara genealogis, Tridarsa memiliki garis keturunan yang kuat dalam sejarah kepemimpinan di Kota Padang. Ia merupakan cucu buyut dari Regent ke-7 Padang, Sutan Sari Maharaja Basa Tuanku Sutan Marah Oeyup, serta keturunan dari Demang Alang Laweh, Tuanku Sutan Saibi. Silsilah keluarganya juga memiliki keterkaitan erat dengan bangsawan Kerajaan Pagaruyung melalui leluhur kaum Siti Johar Alam.
Kehadiran Tridarsa dalam struktur KAN Padang diharapkan mampu mempererat persatuan kaum serta menjadi garda terdepan dalam melestarikan adat istiadat Minangkabau, khususnya di wilayah Padang Selatan.






