Penulisan Ulang Berita:
Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya mempercepat pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang, terutama ruas Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya dukungan penuh dari semua pihak agar proyek strategis nasional ini segera terwujud.
"Karena ini proyek strategis nasional, kita di daerah harus memberikan dukungan penuh. Ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk kepentingan masyarakat Sumatera Barat secara luas," kata Mahyeldi dalam rapat pendahuluan di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar, Kamis (9/4/2026).
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, yang memimpin rapat tersebut, menekankan bahwa kolaborasi harus terwujud dalam kerja nyata di lapangan, bukan hanya sekadar komitmen administratif. "Kita ingin kolaborasi ini berjalan nyata, bukan sekadar di atas kertas," tegasnya.
Muhibuddin juga mengingatkan pentingnya tata kelola yang baik, mulai dari ketepatan sasaran, anggaran, waktu, hingga kualitas pekerjaan. Proses pembebasan lahan juga harus memperhatikan hak masyarakat, termasuk masyarakat adat dan nagari. "Pembangunan harus tetap melindungi masyarakat. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan," ujarnya.
Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR, Dedy Gunawan, menjelaskan bahwa proyek Tol Padang-Pekanbaru telah direncanakan sejak 2005 sebagai bagian dari jaringan Tol Trans Sumatera. Beberapa ruas, seperti Pekanbaru-Bangkinang, sudah beroperasi, sementara ruas lainnya masih dalam tahap persiapan.
Untuk ruas Bukittinggi-Sicincin, PT Hutama Karya tengah mempersiapkan studi kelayakan, analisis dampak lingkungan (Amdal), hingga pembebasan lahan. Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro, menambahkan bahwa percepatan proyek sangat penting karena penundaan dapat meningkatkan biaya dan mengurangi manfaat bagi masyarakat. Ia menekankan perlunya penetapan penanggung jawab dan penyusunan linimasa yang jelas agar proyek selesai sesuai target.
Mahyeldi menambahkan, pembangunan ruas Sicincin-Padang Panjang-Bukittinggi telah direncanakan sejak 2024. Rapat ini menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan. Ia optimistis, dengan kebersamaan, hambatan yang ada bisa diatasi.






