Padang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) atas kinerja gemilang dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 serta penanganan bencana yang efektif.
Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Mendagri Tito dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Realisasi APBD Tahun 2025 yang diikuti oleh seluruh kepala daerah se-Indonesia secara daring.
“Secara persentase, kinerja APBD Sumbar bagus. Termasuk dalam penanganan bencana Sumbar juga menunjukkan kinerja positif,” kata Tito.
Menurut data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), realisasi belanja APBD Sumbar mencapai 85,58 persen dari total APBD sebesar Rp6,24 triliun.
Capaian ini menempatkan Sumbar di peringkat tiga nasional dalam realisasi belanja APBD provinsi, setelah Jawa Barat dan Kepulauan Riau.
Sementara itu, realisasi pendapatan APBD Sumbar mencapai 93,32 persen dari target Rp6,12 triliun, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 89,31 persen, menempatkan Sumbar di peringkat 10 nasional.
Mendagri Tito juga menyoroti koordinasi lintas sektor yang berjalan baik di Sumbar dalam penanganan bencana, sehingga kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan cepat.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyambut baik apresiasi yang diberikan pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, dari pelaksanaan APBD tahun 2025 ini, kita termasuk yang baik. Dari sisi pendapatan kita masuk 10 besar nasional, dan dari sisi belanja kita termasuk tiga besar nasional,” ujar Mahyeldi.
Ia menambahkan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemprov Sumbar.
Pemprov Sumbar berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan APBD Tahun 2026 dengan menyiapkan proses tender sejumlah kegiatan lebih awal melalui skema lelang dini.
“Kita perlu cepat, karena pada tahun anggaran 2026 nanti, fokus kita adalah rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak bencana,” tegas Mahyeldi.






