SPPG Dharmasraya Ditutup Sementara Usai Puluhan Siswa Diduga Alami Gangguan Kesehatan

Dharmasraya – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan cepat dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sungai Rumbai, Dharmasraya, menyusul laporan dugaan gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa. Keputusan ini diambil sebagai langkah investigasi mendalam terhadap penyebab masalah tersebut.

"Pemkab Dharmasraya mendukung sepenuhnya penghentian sementara operasional SPPG Sungai Rumbai oleh BGN," ujar Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Jasman Dt Bandaro Bendang, menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap langkah tersebut.

Penghentian operasional SPPG ini tertuang dalam Surat Badan Gizi Nasional Nomor 297/D.TWS/02/2026 tertanggal 4 Februari 2026, yang ditujukan langsung kepada Kepala SPPG Dharmasraya Sungai Rumbai. Laporan mengenai dugaan gangguan kesehatan yang dialami siswa menjadi dasar utama pengambilan keputusan ini. Selain itu, investigasi singkat di lapangan oleh Koordinator Regional Provinsi Sumatera Barat turut menjadi pertimbangan penting.

Sebagai bagian dari proses investigasi, sampel makanan telah dikumpulkan dan dikirim ke laboratorium Dinas Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Padang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemerintah daerah berjanji akan segera menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut kepada BGN dan instansi terkait.

"Hasilnya akan kami sampaikan segera kepada BGN dan instansi terkait. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat adalah prioritas utama," tegas Jasman.

Pemerintah daerah terus menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, SPPG, Pemerintah Provinsi, BGN, dan Forkopimda. Tujuannya adalah untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan dengan cepat, akurat, dan transparan. Koordinasi juga dilakukan dengan RSUD dan puskesmas setempat yang merawat pasien, memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.

Jasman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai penyebab gangguan kesehatan ini. Pemerintah daerah berjanji akan menyampaikan setiap perkembangan informasi secara terbuka kepada publik dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi bersama untuk perbaikan di masa mendatang. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kehati-hatian program MBG di Kabupaten Dharmasraya.