Sijunjung – Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat (Musypim PWM Sumbar) menghasilkan sejumlah keputusan penting, termasuk mendorong Ketua PWM Sumbar, Dr. Bakhtiar, untuk menjadi formatur PP Muhammadiyah. Dukungan ini muncul dari berbagai unsur pimpinan wilayah hingga daerah.
Sekretaris PWM Sumbar, Apris, mengungkapkan bahwa dorongan ini merupakan aspirasi dari bawah. "Kader di berbagai tingkatan menginginkan hadirnya figur Ranah Minang dalam struktur pimpinan pusat," ujarnya, Selasa (10/2/2026). Apris menambahkan, usulan ini disepakati secara aklamasi oleh seluruh anggota Musypim.
Pengusulan Bakhtiar didasari oleh rekam jejak organisasi yang mumpuni. Menurut Apris, Bakhtiar telah menjadi pimpinan di tingkat wilayah selama dua periode dan saat ini menjabat periode ketiga sebagai Ketua PWM Sumbar. Integritas dan kemampuan manajerial Bakhtiar juga menjadi pertimbangan penting.
Selain mendorong Bakhtiar, Musypim PWM Sumbar juga menyepakati enam keputusan strategis lainnya. Salah satunya adalah pengajuan diri sebagai tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-50. Untuk mewujudkan ambisi ini, dibentuk "TIM 9" yang bertugas menyusun strategi pemenangan, proposal, dan lobi.
Dalam agenda internal, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanah Datar ditetapkan sebagai tuan rumah Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-43 Muhammadiyah Sumatera Barat yang akan digelar Maret 2028. Panitia Pemilihan (Panlih) juga telah disahkan dengan Nasrul A sebagai Ketua, Romi Putra sebagai Wakil Ketua, Ari Prima sebagai Sekretaris, dan Refaldi sebagai Wakil Sekretaris. Hansastri, Yantri Maputra, dan Zulfahmi ditetapkan sebagai anggota Panlih.
Musypim juga menyoroti perhatian terhadap daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dengan mencetuskan "Gerakan Infak/Sadaqah Program Ramadan" yang dikhususkan untuk dakwah di Kepulauan Mentawai. Target minimal Rp 2.000.000,- per Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) ditetapkan untuk mendukung program ini.
Di sektor pendidikan, forum menekankan pentingnya regenerasi dan profesionalisme manajemen sekolah. Usulan pembuatan tim khusus untuk menangani perioderisasi jabatan kepala sekolah dan madrasah di lingkungan Muhammadiyah Sumbar juga disepakati.






