Bukittinggi – Universitas Negeri Padang (UNP) membekali guru dan siswa SLB Autisma YPPA Bukittinggi dengan keterampilan kewirausahaan melalui pelatihan ecoprint. Program ini digelar oleh Program Studi S2 Pendidikan Luar Biasa (PLB) UNP.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, dari 7 hingga 9 September 2025, diikuti oleh 10 guru dan 5 siswa.
Ketua Program Studi S2 PLB UNP, Dr. Rahmahtrisilvia, mengatakan pelatihan ini bertujuan mempersiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan produktif saat kembali ke masyarakat.
Teknik “pounding” atau teknik pukul menjadi andalan dalam pelatihan ini. Teknik ini dinilai aman dan mudah dipraktikkan, terutama bagi siswa berkebutuhan khusus.
Qori Adriandi, pemateri ahli, menjelaskan teknik pounding adalah cara sederhana memindahkan motif dan warna alami dari daun ke kain dengan memukulnya menggunakan palu kayu.
Johandri Taufan, tim pelaksana, menambahkan bahwa ecoprint bukan hanya sekadar pewarnaan, tetapi juga ekspresi alam yang berakar dari teknik pewarnaan alami yang sudah lama dikenal.
Sahrun Nisa, tim pelaksana lainnya, mengungkapkan bahwa bahan utama ecoprint berasal dari alam, seperti daun jati, ketapang, singkong, mangga, serta bunga mawar, telang, dan kembang sepatu.
Kepala SLB Autisma YPPA Bukittinggi, Nurhidayah, mengapresiasi pelatihan ini karena ecoprint lebih aman bagi siswa autisme dibandingkan membatik dengan canting yang berisiko karena penggunaan kompor.
Dengan keterampilan baru ini, guru dan siswa dapat berkreasi membuat tas dan alas meja dengan lebih aman, sekaligus melatih koordinasi mata dan tangan siswa.
“Semoga pelatihan ini dapat terus dipraktikkan di sekolah untuk mendukung pengembangan keterampilan dan kewirausahaan siswa,” pungkas Nurhidayah.







Komentar