MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter PDG 12 Embarkasi Padang secara intensif memantau kondisi kesehatan jemaah di Al Hidayah Towers Hotel, Makkah, Selasa (12/5/2026). Langkah proaktif ini dilakukan guna memastikan stamina jemaah tetap prima sebelum memasuki fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Tim yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan haji (TKH), hingga Petugas Haji Daerah (PHD) melakukan visitasi langsung ke kamar-kamar jemaah. Selain pemeriksaan fisik, petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebugaran di tengah cuaca ekstrem Makkah yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.
Dokter Kloter PDG 12, dr. Maulidya Rahmi, menekankan agar jemaah mulai membatasi aktivitas fisik yang tidak perlu. Ia mengimbau jemaah untuk lebih bijak dalam mengukur kemampuan diri demi menghemat energi untuk rangkaian ibadah yang lebih berat.
"Jemaah perlu menghemat tenaga untuk puncak haji nanti. Pastikan pola makan terjaga, ukur kemampuan diri, dan jangan memaksakan aktivitas yang dapat menguras stamina," ujar Maulidya.
Selain menjaga pola makan dan istirahat, petugas juga menginstruksikan jemaah untuk rutin mengonsumsi air putih, menggunakan masker, serta menjaga kebersihan tangan guna mencegah dehidrasi dan kelelahan. Layanan konsultasi kesehatan pun dibuka selama 24 jam bagi jemaah yang merasakan keluhan fisik sekecil apa pun.
"Jika ada keluhan kesehatan, segera hubungi dokter, perawat, atau petugas kloter lainnya agar bisa cepat ditangani dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius," tegasnya.
Sebagai bagian dari komitmen pelayanan haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, PPIH Embarkasi Padang terus memperkuat pendampingan khusus bagi jemaah risiko tinggi (risti). Upaya ini diharapkan mampu meminimalisir risiko kesehatan sehingga seluruh jemaah dapat menuntaskan rangkaian ibadah haji dengan optimal dan aman.






