Johannesburg – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mendesak pengusutan tuntas skandal pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Anwar menilai kasus ini sebagai masalah serius yang tidak boleh dianggap remeh.
Pemerintah Malaysia tidak akan melakukan intervensi dalam proses hukum terkait sanksi FIFA terhadap FAM. Anwar Ibrahim menegaskan pemerintah justru mendorong penyelesaian kasus ini secara transparan.
“Pemerintah telah menyelidikinya dan tidak akan ada upaya untuk menutup kasus ini,” kata Anwar, Jumat (21/11).
FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM pada akhir September lalu terkait dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi. Banding yang diajukan FAM ditolak oleh FIFA.
FIFA kemudian merilis dokumen yang dipalsukan dan menyatakan FAM telah mengakui pemalsuan tersebut, sehingga sanksi bersifat final dan mengikat.
Anwar berharap pembinaan sepak bola Malaysia tetap berjalan dengan benar dan semua proses naturalisasi dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Ia memahami desakan publik untuk tindakan cepat, namun menekankan pentingnya proses hukum yang sesuai agar tidak menimbulkan kesan intervensi pemerintah terhadap FAM.





Komentar