Solok – Pemerintah Kota Solok mengoptimalkan Alokasi Tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 senilai lebih dari Rp108 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, pemulihan wilayah terdampak bencana, peningkatan permukiman, dan penguatan ekonomi warga.
Anggaran itu diarahkan ke sektor-sektor prioritas yang langsung berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari perumahan dan permukiman, jalan, pengendalian banjir, fasilitas layanan publik, penerangan jalan, hingga program sosial dan pemulihan ekonomi.
Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menegaskan setiap anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Setiap rupiah dana TKD harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, perhatian kami tertuju pada program yang menyentuh kebutuhan dasar warga, mulai dari pemulihan kawasan terdampak bencana, peningkatan infrastruktur, sampai penguatan ekonomi,” kata Ramadhani di Kota Solok, Senin (6/7/2026).
Ia juga berharap pembangunan yang dijalankan dapat memberi dorongan baru bagi masyarakat.
“Harapan kami, pembangunan ini bisa mewujudkan Kota Solok yang semakin maju, aman, nyaman, sejahtera, dan tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.
Pada sektor perumahan dan kawasan permukiman, Pemko Solok menyiapkan anggaran Rp15,3 miliar.
Dari total itu, Rp1,2 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi rumah korban bencana dan program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pemerintah juga akan melaksanakan 14 kegiatan perbaikan prasarana di kawasan permukiman terdampak bencana di Kelurahan KTK, IX Korong, Sinapa Piliang, Koto Panjang, VI Suku, dan Tanah Garam.
Selain itu, langkah mitigasi dilakukan melalui penataan 15 kawasan permukiman yang tidak terdampak langsung dengan total anggaran untuk 29 kawasan mencapai Rp14,1 miliar.
Di sisi lain, sektor infrastruktur menjadi penerima alokasi terbesar dengan nilai lebih dari Rp57 miliar dan saat ini sudah memasuki tahap perencanaan teknis.
Sebesar Rp38,8 miliar disiapkan untuk pembangunan dan peningkatan kualitas jalan melalui pemeliharaan berkala di Kelurahan Aro IV Korong, IX Korong, Tanah Garam, Tanjung Paku, dan Nan Balimo.
Program itu juga mencakup rehabilitasi lima ruas jalan di Kelurahan KTK, Laing, dan Nan Balimo, serta rekonstruksi enam ruas jalan utama di kawasan PPA, VI Suku, Tanah Garam, dan Laing.
Pemko Solok turut mengalokasikan Rp11,4 miliar untuk pembangunan infrastruktur gedung pelayanan publik dan Rp2,5 miliar untuk peningkatan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) agar lingkungan lebih aman dan nyaman.
Untuk memperkuat ketahanan terhadap bencana hidrometeorologi, pemerintah menyiapkan Rp5,01 miliar bagi pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air.
Program itu meliputi rehabilitasi enam jaringan irigasi, pembangunan lima laydam penahan tebing sungai, penataan jalan inspeksi, serta pemasangan pintu air klep otomatis di sepanjang aliran Batang Lembang di Kelurahan KTK dan Sinapa Piliang.
Di luar pembangunan fisik, dana TKD juga dialokasikan Rp4,5 miliar untuk pemulihan ekonomi masyarakat, Rp3,9 miliar untuk sektor sosial, dan Rp26,9 miliar bagi berbagai program lintas sektor.
Seluruh program tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari komitmen Pemko Solok untuk menghadirkan pembangunan yang merata, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memperkuat fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.



Komentar