Padang – Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif melalui Program Khitan Massal Disabilitas 2026 yang digelar di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sumatera Barat, Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Regional Sumatera Bagian Tengah, Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padang, Irwandi, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
Ia menilai kegiatan itu sejalan dengan semangat Padang Melayani dalam menyediakan akses kesehatan yang ramah bagi penyandang disabilitas.
“Khitan massal untuk anak-anak penyandang disabilitas ini dilakukan dengan anestesi umum dan ditangani dokter spesialis bedah di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah. Langkah ini dibutuhkan karena kondisi peserta tidak memungkinkan memakai anestesi lokal seperti pada khitan biasa,” ujar Irwandi.
Ia menambahkan, pendekatan kepada orang tua serta jaminan keamanan di setiap tahapan pelayanan menjadi bagian penting dalam penerapan Padang Melayani.
“Kami berterima kasih kepada IZI dan semua pihak yang telah menggelar kegiatan ini. Semoga pelaksanaannya lancar dan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Kepala Perwakilan IZI Sumatera Barat, Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa program ini telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.
Tahun ini, IZI menargetkan 25 peserta, dan pada tahap awal 10 peserta telah lolos skrining kesehatan serta menjalani tindakan.
“Program ini kami hadirkan karena anak-anak penyandang disabilitas kerap belum terakomodasi dalam kegiatan khitan massal. Melalui kerja sama dengan MTT Sumbagteng dan para mitra, kami ingin memastikan mereka memperoleh layanan kesehatan yang layak, aman, dan berkualitas,” kata Abdul Ghofur.
Ia menyebut pendaftaran masih dibuka hingga kuota terpenuhi.
Menurut dia, beberapa calon peserta memilih menjadwalkan ulang keikutsertaan karena kegiatan bertepatan dengan awal masuk sekolah agar masa pemulihan lebih optimal.
Perwakilan MTT Sumbagteng, Rosady, menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Telkomsel dalam menjalankan tanggung jawab sosial.
“Khitan massal disabilitas bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi sudah menjadi budaya perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Selain di bidang kesehatan, MTT Sumbagteng juga konsisten mendukung program pendidikan, keagamaan, dan sosial bersama para mitra strategis,” ujarnya.



Komentar