Padang – Pemerintah Kota Padang bersama Kejaksaan Negeri setempat kembali menggalakkan program Jaksa Masuk Sekolah untuk menekan angka kenakalan remaja. Kegiatan yang berlangsung di SMPN 13 Padang pada Senin (27/4/2026) ini menjadi langkah strategis membekali siswa dengan pemahaman hukum sejak dini.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang Koswara, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yovi Krislopa, serta Kepala Kesbangpol Kota Padang Syahendri Barkah.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan bahwa edukasi hukum merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, perilaku menyimpang seperti tawuran, balap liar, hingga perundungan sering kali dipicu oleh ketidaktahuan pelajar akan konsekuensi hukum.
"Tindakan yang dilakukan saat ini akan berdampak pada masa depan mereka. Karena itu, pemahaman hukum perlu ditanamkan sejak dini," ujar Muharlion. Ia berharap para siswa yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan pesan positif kepada teman sebaya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yovi Krislopa, mengungkapkan bahwa tren kenakalan remaja di wilayahnya mulai menunjukkan penurunan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar pihak sekolah dan orang tua tidak lengah.
"Alhamdulillah, tingkat kenakalan remaja sudah mulai menurun. Namun, ini tidak boleh membuat kita lengah. Kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang dan aparat penegak hukum seperti ini akan semakin meningkatkan kesadaran pelajar," kata Yovi.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang, Koswara, menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi untuk membangun kesadaran hukum masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Ia memastikan bahwa SMPN 13 Padang hanyalah titik awal dari rangkaian kegiatan yang akan menyasar sekolah-sekolah lainnya.
Dalam arahannya, Koswara secara tegas mengingatkan para pelajar untuk menjauhi narkotika dan segala bentuk tindakan melanggar hukum. Ia menekankan bahwa selain merusak masa depan, tindakan tersebut memiliki konsekuensi hukum yang serius.
Program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang bijak dan bertanggung jawab. Dengan menanamkan nilai-nilai hukum sebagai pedoman hidup, para pelajar diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh lingkungan.




