Padang – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan komitmennya untuk menjadikan Padang sebagai kota pertama di Indonesia yang bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) di bidang gastronomi. Hal ini diungkapkan saat menerima laporan dari unsur ABCGM (Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media) terkait adendum berita acara Kota Kreatif bidang kuliner, Sabtu (31/1/2026).
"Pengakuan sebagai Kota Kreatif Gastronomi Dunia harus lahir dari kerja nyata dan kolaborasi yang kuat," tegas Fadly Amran. Ia menambahkan bahwa upaya ini bukan sekadar pengakuan, tetapi juga membangun ekosistem gastronomi yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas tahapan persiapan pengusulan Padang sebagai Kota Kreatif Gastronomi UNESCO. Tiga tahapan utama disepakati, yaitu penyelesaian adendum Kota Kreatif Kuliner pada 2025, seleksi nasional serta visitasi kementerian pada 2026, dan pengusulan resmi ke UNESCO pada 2027.
Fadly Amran menekankan pentingnya penguatan citra kuliner di ruang-ruang kota, optimalisasi pusat kuliner, dan penegasan identitas destinasi gastronomi unggulan. Ia juga menyoroti perlunya menjaga keberlanjutan komunitas gastronomi, mempertahankan keaslian masakan Minangkabau berbasis bahan baku lokal, serta membangun ekosistem kuliner terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pengembangan gastronomi juga akan diintegrasikan dengan revitalisasi Kawasan Kota Tua.
Wali Kota mengapresiasi kontribusi seluruh unsur pentahelix dalam memperkuat ekosistem kota kreatif di Kota Padang. Dengan ekosistem kreatif yang telah terbentuk, Padang memiliki peluang besar untuk menjadi Kota Gastronomi pertama di Indonesia yang diakui UNESCO. Keunggulan ini didukung oleh keberadaan ekosistem kreatif yang aktif dan berkelanjutan, seperti Padang Creative City Forum dan Komite Ekonomi Kreatif.






