Padang – Pemerintah Kota Padang menyatakan kesiapannya untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan komitmen ini usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana Sumatra secara daring, Kamis (15/1/2026).
Rakor yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno ini, dihadiri oleh berbagai kementerian/lembaga terkait serta kepala daerah dari wilayah terdampak bencana seperti Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Menko PMK Pratikno menekankan urgensi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama dalam pengelolaan data dan perencanaan pembangunan. "Target kita adalah membangun satu data tunggal dengan dashboard terintegrasi," ujarnya. Ia juga menambahkan pentingnya penyusunan Rencana Induk dan Rencana Aksi sebagai rujukan pembangunan pascabencana.
Selain itu, Pratikno juga menyoroti pentingnya penetapan zona rawan bencana untuk memastikan pembangunan fisik dilakukan di wilayah yang aman. Pemerintah pusat juga mendorong pemulihan cepat pada sektor-sektor utama seperti pendidikan, kesehatan, keagamaan, serta keluarga dan kelompok rentan.
Ketua Satgas Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan data terkini terkait dampak bencana. "Per 14 Januari, korban meninggal dunia mencapai 1.590 orang di tiga provinsi terdampak," ungkapnya. Ia juga menyebutkan bahwa jumlah pengungsi telah menurun menjadi sekitar 131 ribu jiwa, dengan puluhan ribu rumah mengalami kerusakan.
Menanggapi arahan dari pemerintah pusat, Wali Kota Fadly Amran menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Kota Padang untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. "Kita siap memperkuat pendataan, perencanaan, serta pemulihan sektor-sektor prioritas agar keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dapat segera pulih," tegas Fadly Amran.




