Padang Optimis Gaet 5,7 Juta Wisatawan, PAD Rp900 Juta di 2026

Padang – Dinas Pariwisata Kota Padang menargetkan peningkatan signifikan kunjungan wisatawan hingga 5,7 juta orang pada tahun 2026, dengan proyeksi pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp900 juta. Target ambisius ini diumumkan di tengah upaya pemulihan pascabanjir yang melanda kota.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Sani, menyatakan optimismenya dalam mencapai target tersebut. "Kami menetapkan target yang lebih optimistis meski saat ini masih dalam masa pemulihan pascabanjir," ujarnya, Senin (19/1/2026).

Untuk mencapai target tersebut, Dinas Pariwisata telah menyiapkan sejumlah strategi dan inovasi. Salah satunya adalah "Road to Gastronomy City," yang bertujuan menjadikan Padang sebagai Kota Kreatif UNESCO di bidang kuliner pada tahun 2027. Selain itu, akan diaktifkan "Car Free Night Kota Tua" setiap malam Minggu, menampilkan pertunjukan musik multi-etnis dan pasar kreatif.

Yudi menambahkan, optimalisasi event tetap menjadi fokus, dengan mengandalkan "Taste of Padang Experience" sebagai daya tarik utama saat hari jadi kota. Ia berharap pemulihan tempat wisata yang terdampak bencana dapat segera diselesaikan agar siap dikunjungi wisatawan.

Pada tahun 2025, Kota Padang mencatat peningkatan kunjungan wisatawan menjadi 5,3 juta orang, naik dari 4,3 juta pada tahun 2024. Peningkatan ini berbanding lurus dengan realisasi PAD dari sektor pariwisata. Retribusi dari objek wisata seperti Gunung Padang, Lapau Panjang Chimpago (LPC), dan Youth Center mencapai Rp922 juta, melampaui target awal sebesar Rp600 juta.

Peningkatan ini, menurut Yudi, dipicu oleh berbagai agenda besar sepanjang tahun 2025, termasuk "Taste of Padang Experience" dan Festival Siti Nurbaya yang menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara, terutama dari Malaysia.