Milan-Juventus Tersingkir, Dominasi Liga Champions Berakhir

Milan – Sepak bola Italia menghadapi kejutan besar setelah AC Milan dan Juventus dipastikan sama-sama gagal lolos ke Liga Champions musim 2026/27. Untuk pertama kalinya sejak UEFA mengubah format Piala Champions menjadi Liga Champions pada musim 1992/93, tidak ada Milan maupun Juventus di turnamen antarklub paling elite Eropa itu.

Kegagalan Milan terjadi pada pekan terakhir Serie A musim 2025/26. Bermain di San Siro, Rossoneri malah kalah 1-2 dari Cagliari Calcio di hadapan pendukung sendiri.

Hasil itu membuat Milan menutup musim di posisi kelima dengan 70 poin. Mereka hanya terpaut satu angka dari Como 1907, yang secara mengejutkan mengunci posisi keempat sekaligus tiket terakhir ke Liga Champions.

Juventus juga tidak mampu memperbaiki nasib mereka. Dalam laga penentuan, Bianconeri hanya bermain imbang 2-2 melawan rival sekota, Torino FC.

Satu poin tersebut menempatkan Juventus di posisi keenam klasemen akhir dengan 69 poin, tepat di bawah Milan. Kondisi ini kembali menegaskan krisis yang masih membayangi klub asal Turin itu dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, Serie A justru menghadirkan kekuatan baru di papan atas Eropa. Inter Milan dan SSC Napoli memastikan dua tiket Liga Champions, sementara dua slot lain menjadi milik AS Roma dan Como.

Bagi Como, pencapaian itu menjadi kisah paling mengejutkan musim ini. Klub yang sebelumnya kurang diperhitungkan itu kini muncul sebagai simbol kebangkitan kekuatan baru di sepak bola Italia.

Di tengah naiknya Como, Milan dan Juventus justru merasakan kemunduran yang menyakitkan. Selama lebih dari tiga dekade, Liga Champions hampir selalu identik dengan salah satu dari dua klub besar tersebut, yang selama ini menjadi wajah kejayaan sepak bola Italia di Eropa melalui sejarah, trofi, dan tradisi panjang.

Gagal tampil di Liga Champions bukan hanya soal gengsi bagi AC Milan dan Juventus. Dampaknya bisa meluas ke sisi finansial, risiko kehilangan pemain bintang, serta tekanan untuk melakukan perombakan besar pada skuad dan manajemen.

Juventus disebut tengah berada dalam periode paling tidak stabil dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, Milan yang sempat terlihat membangun fondasi kuat dalam beberapa musim terakhir, kembali harus menerima kenyataan pahit.

Komentar

REKOMENDASI