Balikpapan – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam pembinaan pemerintah daerah dengan mengedepankan pemberian insentif sebagai motivasi, tidak sekadar mengandalkan pengawasan ketat. Strategi ini dinilai krusial untuk memacu inovasi dan peningkatan kinerja daerah secara berkelanjutan di tengah sistem desentralisasi parsial.
Tito menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Malam Anugerah Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Kalimantan di Ballroom Hotel Platinum, Balikpapan, Selasa (5/5/2026). Ia mengakui bahwa selama ini pola pembinaan pusat cenderung lebih dominan menggunakan pendekatan sanksi atau "stick" dibandingkan memberikan penghargaan atau "carrot".
"Saya jujur saja, selama lima tahun jadi Mendagri pertama, saya mikir ini kita stick terus. Kita kok lebih banyak menakut-nakuti, mana carrot-nya," ujar Tito.
Menurutnya, pendekatan yang lebih seimbang kini menjadi prioritas Kemendagri. Dengan adanya peningkatan anggaran pada tahun 2026, kementerian berkomitmen memperkuat pemberian apresiasi bagi daerah yang menunjukkan prestasi nyata dalam tata kelola pemerintahan.
Dalam ajang tersebut, Kemendagri memberikan penghargaan kepada sejumlah daerah berdasarkan empat kategori utama, yakni penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta creative financing.
Pada kategori penurunan tingkat pengangguran, Kabupaten Barito Utara berhasil meraih predikat Terbaik I, diikuti oleh Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Murung Raya. Sementara untuk tingkat kota, Kota Bontang menempati posisi Terbaik I disusul Kota Palangka Raya sebagai Terbaik II. Adapun untuk tingkat provinsi, penghargaan diraih oleh Provinsi Kalimantan Utara.






