Manchester United Terancam Rugi Rp287 Miliar Jika Pecat Michael Carrick

Kini, Michael Carrick terancam menambah daftar panjang biaya pesangon pelatih Manchester United.

Manchester – Manchester United berisiko menanggung beban finansial sebesar 11,875 juta poundsterling atau sekitar Rp287,7 miliar jika memecat Michael Carrick sebelum kontraknya berakhir.

Posisi Carrick sebagai manajer kini berada dalam ancaman serius setelah tim asuhannya menelan kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada Minggu malam, 25 Oktober 2026.

Tekanan terhadap Carrick semakin menguat menyusul keputusan kontroversialnya mencadangkan kapten tim, Bruno Fernandes.

Pengamat sepak bola, Jamie Carragher, menyoroti kebijakan tersebut sebagai sinyal bahwa sang pelatih siap menanggung konsekuensi atas tindakannya.

“Situasi tersebut seolah menunjukkan Carrick siap menghadapi risiko kehilangan pekerjaannya,” ujar Carragher mengomentari kebijakan pemilihan pemain di Old Trafford.

Jika pemecatan terjadi, Carrick akan tercatat sebagai manajer kedelapan yang meninggalkan klub sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013.

Total pengeluaran Manchester United untuk biaya kompensasi pergantian pelatih selama periode tersebut ditaksir mencapai 97 juta poundsterling atau setara Rp2,3 triliun.

David Moyes menjadi manajer pertama yang menerima kompensasi sebesar 5,2 juta poundsterling atau sekitar Rp125,9 miliar setelah dipecat dalam kurun waktu sembilan bulan.

Louis van Gaal menyusul dengan menerima pembayaran senilai 8,4 juta poundsterling atau Rp203,5 miliar setelah kontraknya diakhiri meski baru saja memenangkan Piala FA.

Jose Mourinho menjadi sosok dengan tagihan kompensasi tertinggi, yakni mencapai 19,6 juta poundsterling atau setara Rp474,9 miliar saat meninggalkan klub tersebut.

Pihak manajemen Manchester United mengambil keputusan tersebut meskipun Mourinho sebelumnya sukses mempersembahkan trofi Liga Europa, Piala Liga Inggris, dan Community Shield.

Kondisi internal yang tidak kondusif serta performa liga yang buruk menjadi alasan utama manajemen mengakhiri kiprah sang pelatih asal Portugal itu.

“Kontrak baru tak menjamin kursi pelatih aman,” demikian narasi yang mencuat di balik rangkaian pergantian manajer yang terus menguras keuangan klub.

Komentar