Padang – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK di Sumatera Barat sudah dimulai sejak 22 Juni dan sejauh ini berjalan lancar. Pada tahap awal, pendaftaran melalui jalur afirmasi dan mutasi berlangsung pada 22-23 Agustus 2026, dengan pengumuman hasil pada 25 Juni 2026.
Ketua SPMB SMA/SMK Sumbar, Mahyan, menyebut dua jalur itu tidak menemui hambatan berarti. Keterangan tersebut ia sampaikan di Padang, Rabu (24/6).
Mahyan mengimbau orang tua yang mendaftarkan anak melalui jalur mutasi akibat perpindahan tugas agar tidak memaksakan masuk ke satu sekolah tertentu. Menurut dia, masih ada sekolah lain yang peminatnya belum terlalu padat.
Ia menjelaskan, jalur mutasi diperuntukkan bagi calon murid yang pindah domisili karena perpindahan tugas orang tua atau wali. Jalur ini juga berlaku bagi anak GTK yang mendaftar di satuan pendidikan tempat orang tuanya bertugas, dengan kuota 5 persen dari total penerimaan murid baru.
Sementara itu, jalur afirmasi ditujukan bagi calon murid SMA negeri dari keluarga ekonomi tidak mampu, penyandang disabilitas, serta anak panti asuhan atau panti sosial.
Untuk calon murid dari keluarga ekonomi tidak mampu, syarat khusus pada jalur afirmasi adalah memiliki kartu keikutsertaan dalam program penanganan keluarga ekonomi tidak mampu dari Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah. Kuota jalur ini ditetapkan sebesar 35 persen.
Mahyan menegaskan, SPMB digelar untuk memberi kesempatan yang adil kepada seluruh murid agar bisa memperoleh layanan pendidikan berkualitas yang dekat dengan domisili. Mekanisme ini juga dimaksudkan untuk memperluas akses pendidikan bagi murid dari keluarga tidak mampu, penyandang disabilitas, dan anak panti asuhan atau panti sosial.
Selain itu, SPMB diharapkan dapat mendorong peningkatan prestasi murid serta mengoptimalkan keterlibatan masyarakat dalam proses penerimaan murid baru.
Ia menambahkan, jika kuota jalur afirmasi berlebih atau tidak terpenuhi, maka sisa kuotanya akan dialihkan ke jalur domisili.
“Biasanya kuota afirmasi tidak terpenuhi di sekolah-sekolah perkotaan. Tetapi kalau di sekolah yang berada di daerah, umumnya kuotanya bisa terpenuhi,” kata Mahyan.



Komentar