Payakumbuh – Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menekankan percepatan penyelesaian masalah layanan dasar masyarakat sebagai fokus utama. Hal ini disampaikan dalam dialog kinerja penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan evaluasi kinerja Triwulan I tahun 2026 bersama Kepala OPD di lingkungan Pemko Payakumbuh.
"Masalah sampah harus segera dituntaskan. Jangan sampai ada lagi keluhan dari masyarakat. Sampah harus sudah terangkut sebelum masyarakat memulai aktivitas," tegas Zulmaeta di hadapan Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, dan seluruh Kepala OPD.
Selain masalah sampah, Zulmaeta juga menyoroti kondisi infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti jalan, irigasi, dan drainase. Ia meminta pemerintah daerah bertindak cepat tanpa menunggu aduan dari warga. "Jangan sampai ada keluhan soal jalan berlubang. Kami akan cek langsung ke lapangan. Kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama, termasuk percepatan penanganan irigasi dan drainase," ujarnya.
Pendekatan proaktif dalam pelayanan publik menjadi perhatian utama Zulmaeta. Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk bertindak sebelum keluhan muncul, demi menjaga kepuasan masyarakat. Pemerintah daerah juga berkomitmen meningkatkan kualitas hunian, dengan target tidak ada lagi rumah tidak layak huni selama masa jabatannya.
Di sektor perdagangan, Pemko Payakumbuh mendorong percepatan pembangunan pasar, termasuk pembangunan Pasar Tradisional Ibuh Barat dan pembongkaran Pasar Blok Barat. Zulmaeta meminta pedagang memanfaatkan lokasi penampungan yang telah disediakan.
Dalam manajemen kinerja, evaluasi berkala menjadi kunci agar target tidak menumpuk di akhir tahun. "Target harus dievaluasi secara berkala, jangan menunggu akhir tahun. Kita ingin hasil maksimal melalui proses yang terukur," kata Zulmaeta. Ia juga mendorong ASN untuk berinovasi dan berkreativitas sebagai motor penggerak pembangunan daerah.
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menekankan pentingnya koordinasi dan sinkronisasi antarperangkat daerah. "Kita tidak bisa bekerja sendiri. Mari bekerja sama, catat yang dikerjakan dan kerjakan yang dicatat. Tanpa sinkronisasi, tidak akan ada kesepakatan dari apa yang kita rencanakan," ujarnya. Ia juga mengingatkan OPD untuk cermat membaca kondisi dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Sekda Kota Payakumbuh, Rida Ananda, menjelaskan bahwa dialog kinerja ini diikuti oleh 31 kepala perangkat daerah. Evaluasi Triwulan I harus diselesaikan paling lambat 15 April 2026. "Dialog kinerja ini menjadi landasan untuk menyelaraskan ekspektasi pimpinan dengan kinerja perangkat daerah, sekaligus mengevaluasi capaian triwulan pertama," pungkas Rida.






