Padang – Seorang calon jemaah haji asal Kabupaten Tanah Datar, Desma Herman Saer (63), terpaksa menunda keberangkatannya ke Tanah Suci setelah tim medis menyatakan dirinya tidak laik terbang. Jemaah Kloter 13 Embarkasi Padang ini kini menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. M. Djamil Padang akibat kondisi fisik yang melemah.
Desma tiba di Asrama Haji Embarkasi Padang dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan. Tim kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) segera memberikan penanganan darurat setibanya jemaah tersebut di klinik embarkasi.
Dokter Klinik Kesehatan Embarkasi Padang, dr. Resnita, menjelaskan bahwa pasien datang dalam kondisi fisik sangat lemah dan harus menggunakan brankar. "Jemaah masuk ke ruang klinik menggunakan brankar. Keluhan utamanya adalah terdapat pembengkakan pada kedua kaki," ujar Resnita, Kamis (7/5/2026).
Hasil pemeriksaan medis lebih lanjut mengungkap kondisi yang lebih serius. Pasien diketahui mengalami anemia berat disertai gangguan elektrolit. Selain itu, terdapat pembengkakan pada perut kiri bawah serta memar pada kaki akibat terjatuh. Kondisi ini diduga dipicu oleh penyakit keganasan yang diderita pasien, sehingga tim medis memutuskan untuk merujuknya ke RSUP Dr. M. Djamil guna mendapatkan perawatan lebih memadai.
Saat ini, Desma tengah menjalani perawatan intensif di ruang kebidanan kelas I dan telah menerima transfusi darah sebanyak tiga kantong untuk menstabilkan kondisinya. Status tidak laik terbang tersebut resmi ditetapkan melalui Berita Acara Pemeriksaan Kesehatan pada 7 Mei 2026, yang membatalkan jadwal keberangkatannya bersama Kloter 13 menuju Jeddah pada Jumat dini hari.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi mengutamakan keselamatan jemaah. Ia menekankan bahwa syarat istithaah kesehatan diterapkan secara ketat untuk melindungi jemaah dari risiko kesehatan selama menjalankan ibadah haji yang menguras fisik.
"Keselamatan jemaah senantiasa menjadi prioritas utama kita. Syarat istithaah kesehatan benar-benar diterapkan secara ketat agar setiap jemaah terlindungi dari segala risiko yang tidak diinginkan," tegas Rifki.
Rifki menambahkan, pihaknya tetap membuka peluang bagi Desma untuk diberangkatkan pada kloter berikutnya apabila kondisi kesehatannya telah membaik dan dinyatakan layak oleh tim medis. Ia juga mengapresiasi kesigapan tim kesehatan embarkasi yang telah melakukan skrining secara cepat dan tepat.


