Surabaya – Kolaborasi strategis antara pemerintah, media, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan menjadi kunci utama penguatan industri kreatif di era digital.
Topik tersebut mengemuka dalam Panel 3 Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 yang berlangsung di Shangri-La Hotel, Surabaya, pada Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) ini menyoroti peran media sebagai katalisator pengembangan UMKM melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Staf Ahli Bidang Riset Pendidikan dan Hubungan Kelembagaan Kementerian Ekonomi Kreatif, Dian Permanasari, menyatakan bahwa media merupakan bagian integral dari ekosistem ekonomi kreatif.
Kementerian Ekonomi Kreatif saat ini sedang memetakan 21 subsektor ekonomi kreatif untuk memacu pertumbuhan industri yang berkelanjutan.
Dian berharap media dapat terlibat aktif dalam pengembangan produk bernilai tambah serta edukasi aspek hukum bagi para pelaku industri.
Editor-in-Chief Good News From Indonesia, Akhyari Hananto, menekankan bahwa media harus memperluas peran dalam mempromosikan produk UMKM kepada khalayak luas.
“Media punya jangkauan audiens, kekuatan bercerita, dan kepercayaan publik, itu bisa menjadi modal untuk membantu UMKM memperkenalkan produknya kepada masyarakat,” kata Akhyari.
Ia menambahkan bahwa kemampuan redaksional dalam mengangkat human stories menjadi keunggulan media untuk meningkatkan daya saing UMKM.
Kepala UPT Pengembangan Mutu Produk Industri-Teknologi Kreatif Surabaya, Fitri Arishanty Hamsy, memaparkan bahwa pemerintah daerah terus mendorong penguatan legalitas dan pemasaran digital bagi IKM.
Fitri mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur saat ini mencapai 5,84 persen, yang didorong oleh sektor industri pengolahan.
“Penguatan IKM tidak hanya melalui peningkatan kualitas produk, tetapi juga legalitas, perlindungan merek, desain kemasan, dan pemanfaatan pemasaran digital,” jelas Fitri.
Pemerintah memberikan berbagai fasilitas pendukung seperti sertifikasi halal, pelatihan, serta konsultasi Nomor Induk Berusaha bagi pelaku usaha.
Founder Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin, mengungkapkan bahwa dukungan publikasi media sangat krusial bagi UMKM yang memiliki keterbatasan anggaran promosi.
“Bagi UMKM yang memiliki keterbatasan anggaran promosi, dukungan media sangat penting agar produk lebih dikenal dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Yayuk.
Yayuk berharap program pemerintah dan peluang promosi dapat tersosialisasi secara merata hingga ke pelaku usaha tingkat bawah.
Konferensi IDMC 2026 yang mengusung tema besar “Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI & Content Creator” dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (29/10/2026).
Acara ini mendapatkan dukungan dari berbagai instansi pemerintah serta sejumlah perusahaan nasional.



Komentar