Kemnaker-Huawei Perkuat Vokasi, Cetak SDM Siap Industri

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan melalui Politeknik Ketenagakerjaan menjalin kerja sama dengan PT Huawei Tech Investment untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan kompetensi dan pemberdayaan sumber daya manusia yang selaras dengan kebutuhan industri.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Jakarta, Selasa (23/6/2026), sebagai tindak lanjut operasional dari nota kesepahaman yang telah disepakati pada 23 April 2025. Program ini disusun untuk menerjemahkan kebijakan kementerian menjadi langkah nyata bagi dosen dan mahasiswa.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi menyebut kemitraan itu sebagai upaya konkret untuk menjembatani pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Menurut dia, proses belajar harus menghadirkan materi yang aplikatif, bukan sebatas teori di kelas.

“Kami ingin memastikan ilmu yang diajarkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi bisa diterapkan dan relevan dengan tuntutan pasar kerja,” ujar Cris.

Sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kemnaker, Polteknaker saat ini memusatkan pengembangan tenaga ahli pada bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Relasi Industri, dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Lewat kerja sama ini, mahasiswa akan mendapat wawasan mengenai standar kerja digital, hubungan industrial modern, dan manajemen talenta kelas dunia.

Kerja sama tersebut dijalankan melalui tiga pilar utama. Pertama, melibatkan praktisi industri dalam proses pembelajaran, menyelaraskan kurikulum, serta menyediakan fasilitas praktik bagi mahasiswa.

Kedua, memperkuat kapasitas pendidik melalui program Training to Trainer dari ICT Academy. Melalui pelatihan ini, dosen diharapkan memperbarui kemampuan teknologi mereka untuk kemudian diteruskan kepada mahasiswa.

Ketiga, memberdayakan sumber daya manusia lewat kesempatan magang dan pelaksanaan campus hiring. Jalur ini menjadi kesempatan bagi talenta muda Polteknaker untuk langsung terserap ke dunia usaha.

Cris menambahkan, pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing bangsa. Kemnaker, kata dia, berkomitmen mencetak insan yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu berkarya secara bermartabat dan kompetitif di era digital.

Komentar