Padang – Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menunjukkan sisi humanis kepolisian dengan menjenguk Nenek Saudah, seorang warga yang membutuhkan perhatian. Aksi ini menegaskan bahwa polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial masyarakat.
Kunjungan Kapolda Gatot ke rumah Nenek Saudah berlangsung hangat dan tanpa protokoler yang kaku. Ia berinteraksi langsung, mendengarkan cerita hidup, serta memastikan kondisi kesehatan lansia tersebut.
"Kehadiran polisi di rumah warga adalah bagian dari pengabdian," ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. Ia meyakini bahwa rasa aman tumbuh dari kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat, bukan hanya penegakan hukum semata.
Langkah Kapolda Sumbar ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Kehadirannya di tengah warga kecil mengirimkan pesan kuat bahwa Polri hadir tanpa memandang status sosial dan siap melindungi siapa saja.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Gatot didampingi Anggota DPR RI Andre Rosiade. Keduanya berkolaborasi dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat. Andre Rosiade menyampaikan bahwa pemerintah pusat sedang menyiapkan kebijakan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang bergantung pada sektor pertambangan.
"IPR akan dilengkapi dengan Dokumen Pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat dan Dokumen Pengelolaan Lingkungan," jelas Andre Rosiade. Dokumen ini menjadi landasan agar aktivitas pertambangan rakyat berjalan tertib, aman, dan sesuai aturan.
Kapolda Gatot menilai kebijakan IPR sejalan dengan upaya Polri dalam menciptakan ketertiban dan keamanan. Legalitas yang jelas akan memudahkan pengawasan serta mencegah potensi konflik di lapangan.
"Aktivitas masyarakat yang berjalan sesuai aturan akan berdampak langsung pada stabilitas keamanan wilayah," kata Kapolda Gatot. Ia menambahkan bahwa polisi akan lebih mudah menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan jika masyarakat memiliki kepastian hukum.
Kapolda juga menegaskan bahwa Polri tidak anti terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya kegiatan tersebut berjalan aman, tidak merusak lingkungan, dan tidak menimbulkan persoalan sosial.
Kunjungan kemanusiaan ini memperlihatkan wajah Polri yang dekat dan bersahabat. Kapolda Sumbar ingin menanamkan kepada jajarannya bahwa polisi harus hadir sebagai solusi, bukan sebagai sumber ketakutan.
Kehadiran Kapolda Sumbar di rumah Nenek Saudah menjadi pengalaman yang membekas bagi masyarakat. Polisi hadir dengan empati dan kepedulian, bukan dengan seragam kekuasaan. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.
"Membangun keamanan yang berkelanjutan harus dimulai dari hubungan yang harmonis antara polisi dan masyarakat," tegas Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. Tanpa kepercayaan, penegakan hukum tidak akan berjalan optimal.






