Padang – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat (Sumbar) mencatat lonjakan signifikan pengguna jasa kereta api lokal selama periode Angkutan Lebaran 2026. Tercatat lebih dari 153 ribu penumpang memanfaatkan layanan ini, meningkat 11% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang andal," ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, Selasa (2/4/2026).
Data KAI menunjukkan, sejak 11 Maret hingga 1 April 2026, sebanyak 153.206 pelanggan menggunakan kereta api lokal di wilayah Divre II Sumbar. Pada periode yang sama tahun 2025, tercatat 137.936 penumpang.
Stasiun Padang masih menjadi stasiun tersibuk dengan jumlah penumpang terbanyak, baik yang datang maupun berangkat. Rincian data penumpang menunjukkan:
- Kedatangan: Stasiun Padang (40.616), Pariaman (28.817), Air Tawar (12.687), BIM (10.158), Naras (9.626).
- Keberangkatan: Stasiun Padang (40.299), Pariaman (25.985), Air Tawar (14.310), BIM (10.389), Lubuk Alung (9.284).
Secara nasional, Stasiun Padang menduduki peringkat kedua sebagai stasiun tujuan dan keberangkatan favorit untuk kereta api lokal. Lonjakan penumpang tertinggi terjadi pada 24 dan 25 Maret 2026, mencapai 10.000-10.300 penumpang per hari.
Reza menambahkan, mayoritas penumpang menggunakan kereta api untuk liburan dan wisata, terutama ke kawasan pantai Pariaman dengan KA Pariaman Ekspres. Penjualan tiket KA Pariaman Ekspres relasi Paulima-Naras mencapai 107.783 tiket selama periode Lebaran.
Selain sektor pariwisata, KA Pariaman Ekspres juga menjadi andalan masyarakat untuk bekerja dan berdagang. KAI menyediakan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI, H-7 sebelum keberangkatan, maksimal 10 tiket per kode booking.
Reza mengimbau masyarakat membeli tiket melalui kanal resmi untuk menghindari penipuan. Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Divre II Sumbar berjalan aman, lancar, dan kondusif, dengan mengutamakan keselamatan dan ketepatan waktu.
KAI Divre II Sumbar mengoptimalkan sumber daya manusia, sarana, dan prasarana. Petugas operasional menjalankan tugas sesuai standar, sementara petugas frontliner memberikan pelayanan terbaik. Personel tambahan disiagakan untuk meningkatkan keselamatan, termasuk penjaga pintu perlintasan dan petugas pemantauan khusus.
KAI bekerja sama dengan aparat setempat, menyiapkan 196 personel pengamanan. Pemantauan titik rawan, pengawasan perlintasan, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan terus diperkuat.
"KAI berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan," tutup Reza.


