Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kini mempercepat transformasi digital pada seluruh lini layanannya. Langkah strategis ini diambil untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih praktis, efisien, dan bebas hambatan bagi para pengguna jasa kereta api.
Fokus utama transformasi ini terletak pada optimalisasi sistem tiket digital serta penerapan layanan tanpa kertas (paperless). Melalui pengembangan Rail Ticketing System (RTS) dan pemanfaatan aplikasi Access by KAI, penumpang kini dapat memesan tiket, memantau jadwal secara real-time, hingga melakukan proses boarding tanpa perlu lagi membawa dokumen fisik.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa digitalisasi merupakan kunci perusahaan dalam menjawab tuntutan masyarakat akan moda transportasi yang cepat dan mudah diakses.
"Seluruh tahapan perjalanan kami rancang agar semakin seamless, mulai dari pembelian tiket hingga keberangkatan. Tujuannya agar pelanggan dapat merasakan perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan efisien," ujar Reza dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4/2026).
Data internal KAI menunjukkan tren peningkatan penggunaan aplikasi Access by KAI seiring dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin beralih ke layanan digital. Selain mempermudah transaksi, aplikasi ini juga menyediakan informasi akurat mengenai ketersediaan kursi dan riwayat perjalanan.
Di sisi operasional stasiun, digitalisasi ini terbukti mampu memangkas waktu antrean saat proses boarding dan meningkatkan ketepatan waktu layanan. Sistem yang terintegrasi juga meminimalisir potensi kesalahan dalam transaksi tiket dibandingkan sistem manual.
Selain efisiensi, kebijakan paperless ini juga menjadi langkah nyata KAI dalam mendukung praktik operasional yang ramah lingkungan. Pengurangan penggunaan dokumen fisik diharapkan dapat mendorong prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan transportasi publik di Sumatera Barat.
KAI Divre II Sumbar optimistis bahwa penguatan integrasi digital akan terus meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan. "Transformasi digital ini menjadi wujud komitmen kami untuk menghadirkan perjalanan kereta api yang semakin lancar dan tanpa hambatan," pungkas Reza.






