InJourney Airports Tegaskan Pelaku Pencurian Tas Mewah Bukan Karyawan Bandara

Jakarta – PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports membantah keterlibatan pegawainya dalam kasus pencurian tas mewah senilai lebih dari Rp1 miliar di Bandara Soekarno-Hatta. Pihak manajemen memastikan bahwa pelaku yang telah diamankan pihak kepolisian bukan merupakan bagian dari staf operasional mereka.

Isu yang sempat beredar mengenai keterlibatan oknum petugas kargo pada Jumat (15/5/2026) dipastikan tidak benar. Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menegaskan bahwa identitas pelaku tidak tercatat dalam daftar pegawai PT Angkasa Pura Indonesia di kantor cabang bandara tersebut.

"Perlu kami sampaikan bahwa pelaku yang diamankan bukan merupakan karyawan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta," ujar Yudistiawan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum, manajemen bandara berkomitmen penuh membantu proses penyidikan yang dilakukan oleh Polres Soekarno-Hatta. Yudistiawan menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian agar kasus ini dapat diusut hingga tuntas.

"Manajemen Bandara Soekarno-Hatta senantiasa berkoordinasi dengan Polres Soekarno-Hatta, dan kami akan memberikan bantuan serta dukungan yang dibutuhkan untuk kasus ini hingga tuntas," tambahnya.

Menanggapi insiden ini, InJourney Airports mengimbau seluruh pekerja dari berbagai entitas di kawasan bandara untuk senantiasa mematuhi aturan hukum dan menjaga integritas operasional. Pihak pengelola bandara kini memperketat pengawasan serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran aktivitas logistik maupun kargo di Bandara Soekarno-Hatta tetap terjaga.