Fadly Amran Ajak Pendidik Tanamkan Nilai Pancasila Lewat Budaya Literasi

Penguatan ideologi bangsa dilakukan melalui bedah buku dan peningkatan budaya literasi.

Padang – Pemerintah Kota Padang menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika global.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam acara bedah buku Pancasila untuk Pemula karya Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya.

Kegiatan berlangsung di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota Padang pada Jumat (30/10/2026).

Acara ini terselenggara berkat kolaborasi antara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPR RI, dan Pemerintah Kota Padang.

Fadly Amran menilai buku tersebut menyajikan nilai-nilai dasar Pancasila dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat umum.

“Kehadiran buku ini sangat tepat karena ideologi merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga sepanjang perjalanan sejarah agar tetap kokoh menghadapi perubahan zaman dan dinamika geopolitik dunia,” ujar Fadly.

Ia menyatakan bahwa penguatan ideologi bangsa tidak cukup hanya melalui pemahaman teori di ruang kelas.

Nilai Pancasila harus diwujudkan dalam sikap saling menghormati, semangat gotong royong, serta kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Fadly kemudian mengajak para pendidik untuk mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam proses pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi.

“Kami mengajak para pendidik senantiasa menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap proses pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi,” tegasnya.

Pemerintah Kota Padang juga berencana membangun ruang baca di Bagindo Aziz Chan Youth Center sebagai upaya meningkatkan budaya literasi.

Fasilitas tersebut akan dilengkapi dengan mini teater dan sarana penunjang lainnya untuk mendukung kreativitas generasi muda.

Pemerintah kota menargetkan peningkatan jumlah penulis lokal yang mendapat fasilitasi menjadi 60 orang pada tahun depan.

“Selain memperluas fasilitasi dan promosi karya penulis lokal, tahun depan kami menargetkan peningkatan jumlah penulis yang terlibat menjadi 60 orang, dari 20–30 orang tahun ini,” ungkap Fadly.

Direktur Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP, Irene Camelyn Sinaga, menyebut guru sebagai garda terdepan dalam pewarisan nilai-nilai kebangsaan.

“BPIP bukanlah apa-apa tanpa peran Bapak dan Ibu guru,” tutur Irene.

Menurut Irene, guru memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam pembentukan karakter.

Dalam kesempatan yang sama, Willy Aditya melalui tayangan video menyampaikan bahwa Pancasila harus dipahami sebagai ideologi yang hidup dan inklusif.

Kegiatan tersebut juga membahas isu perlindungan data pribadi di lingkungan pendidikan seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi digital.

Diskusi ini dihadiri oleh perwakilan BPIP, DPR RI, akademisi, serta para guru SMA dan SMK se-Kota Padang.

Komentar