Dokter Spesialis Mangkir, RSUD Pasbar Lumpuhkan Layanan Pasien

Simpang Ampek – Pelayanan di RSUD Pasaman Barat lumpuh pada Rabu (3/6) setelah dokter-dokter spesialis yang bertugas tidak hadir. Ratusan pasien dari berbagai wilayah di Pasaman Barat pun terlantar tanpa mendapat layanan medis.

Hingga siang hari, penyebab para dokter spesialis yang berstatus aparatur sipil negara itu tidak masuk kerja belum diketahui. Manajemen rumah sakit juga belum menyampaikan keterangan resmi.

Pantauan di RSUD Pasaman Barat sejak pagi menunjukkan ruang tunggu berbagai poli spesialis sudah dipenuhi ratusan pasien. Sebagian besar merupakan lansia yang tampak menahan sakit sambil menunggu giliran pemeriksaan.

Namun hingga siang, tidak satu pun dokter spesialis terlihat hadir di poli masing-masing. Kondisi itu membuat layanan di sejumlah poli tidak berjalan normal.

Sebagian besar pasien datang dari wilayah pelosok dan kecamatan terluar di Pasaman Barat. Mereka menempuh perjalanan berjam-jam menuju ibu kota kabupaten, termasuk dari Ranah Batahan, Sungai Beremas, Parit Koto Balingka, dan Lembah Melintang.

Tak sedikit pula pasien yang sudah berangkat sejak subuh demi bisa berobat di rumah sakit daerah tersebut.

“Kami sangat kecewa. Mengapa dokter spesialis bisa mogok kerja? Saya datang dari Koto Balingka, jaraknya sekitar 70 kilometer dari rumah sakit ini. Badan sudah sakit-sakitan, tapi sampai di sini dokter polinya tidak ada,” kata Nur (70), salah seorang pasien.

Keluhan serupa datang dari Ros (68), warga Siduampan, Kecamatan Ranah Batahan. Ia datang untuk berobat ke Poli Mata, namun terpaksa pulang tanpa pelayanan karena poli itu tutup.

“Kami orang kecil jauh-jauh datang dari Ranah Batahan dengan biaya yang tidak sedikit. Sampai di rumah sakit, pelayanan malah tutup karena dokternya mogok. Kami harus mengadu ke mana lagi kalau rumah sakit pemerintah saja seperti ini?” ujarnya.

Hingga saat ini, alasan mogok kerja para dokter spesialis yang membuat sejumlah layanan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu lumpuh masih belum terungkap.

Peristiwa itu memicu kritik dari masyarakat. Tokoh masyarakat Pasaman Barat, Wisnu, menilai aksi tersebut telah merugikan warga yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Di mana tanggung jawab sebagai dokter yang sudah mengucapkan sumpah profesi? Profesi dokter bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga pengabdian kepada kemanusiaan,” katanya.

Ia meminta pemerintah daerah segera turun tangan agar persoalan tidak berlarut dan pelayanan kesehatan kembali normal. Wisnu juga mendorong organisasi profesi dokter ikut memberi perhatian.

“Pemerintah daerah harus segera mencari solusi. Masyarakat tidak boleh jadi korban. Prinsip utama profesi dokter adalah pengabdian untuk kepentingan kemanusiaan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada dokter spesialis yang berhasil dimintai keterangan. Manajemen RSUD Pasaman Barat juga belum memberikan penjelasan resmi.

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media dengan mendatangi ruang manajemen, menelepon, serta mengirim pesan WhatsApp juga belum mendapat tanggapan.

Komentar

REKOMENDASI