Padang – Suasana hangat mewarnai malam kenal pamit Kapolda Sumatera Barat di Hotel ZHM Premiere Padang, Senin (6/7/2026), saat Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta melepas jabatan dan Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy resmi disambut sebagai Kapolda Sumbar yang baru.
Pergantian kepemimpinan itu menandai berakhirnya masa tugas Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta di Polda Sumbar.
Ia kini menjabat Sekretaris Utama Lemhannas RI, sementara tongkat komando kepolisian daerah diserahkan kepada Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy.
Keduanya hadir bersama istri masing-masing, Ny. Sari Gatot dan Ny. Sari Djati Wiyoto Abadhy.
Acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, unsur Forkopimda, pejabat daerah, tokoh masyarakat, jajaran Polda Sumbar, serta perwakilan organisasi wartawan seperti PWI, IJTI, dan Antara Padang.
Dari PWI Sumbar, tampak hadir Ketua Widya Navies, Wakil Ketua Edi Djarot, dan Wakil Bendahara Guspayendri. Acara penyambutan dibuka dengan penampilan tari tradisional Minangkabau oleh anggota Bhayangkari Polda Sumbar.
Dalam sambutannya, Gatot menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Sumatera Barat atas dukungan selama kurang lebih satu tahun ia bertugas sebagai Kapolda.
Ia menilai kondisi keamanan dan ketertiban di Sumbar tetap terjaga berkat sinergi semua pihak. “Terima kasih atas dukungannya sehingga Sumatera Barat tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Gatot juga menegaskan bahwa seorang pemimpin harus menjadi teladan dan bertanggung jawab atas amanah yang diterima. Menurut dia, tugas kepolisian bukan sekadar memenjarakan orang sebanyak-banyaknya, melainkan mendorong perubahan melalui pendekatan yang humanis.
Ia turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan rekan kerja apabila selama bertugas masih terdapat kekurangan.
Sementara itu, Djati Wiyoto Abadhy memperkenalkan diri di hadapan para tamu undangan. Lulusan Akademi Kepolisian 1991 yang lahir di Surakarta itu mengatakan dirinya memiliki kedekatan emosional dengan Ranah Minang karena pernah bertugas di Sumatera Barat saat masih lajang.
Ia juga menyebut kini menjadi sumando Minang setelah menikah dengan perempuan asal Solok. Djati menegaskan bahwa amanah jabatan yang diembannya harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada negara, tetapi juga kepada Allah SWT.
“Amanah dan jabatan ini adalah tugas yang harus saya pertanggungjawabkan. Karena itu saya memohon dukungan seluruh masyarakat Sumatera Barat agar dapat menjalankan tugas sebagai Kapolda dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Djati menambahkan, dirinya siap melanjutkan sinergi yang telah terbangun bersama pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Sumatera Barat.
Pada kesempatan yang sama, Vasko Ruseimy menyampaikan apresiasi kepada Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta atas dedikasinya selama memimpin Polda Sumbar. Ia menilai berbagai persoalan di daerah dapat dihadapi dengan tenang berkat kekompakan Forkopimda.




Komentar