Padang – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempercepat layanan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) untuk memenuhi hak konstitusional anak usia 0 hingga 17 tahun.
Capaian kepemilikan KIA di Kota Padang saat ini sudah melampaui target nasional 60 persen.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Padang Ances Kurniawan mengatakan realisasi penerbitan KIA telah mencapai 70 persen dari total 266.000 anak yang wajib memiliki dokumen tersebut.
Ances menyampaikan hal itu di Kantor Disdukcapil Kota Padang, Kamis (16/7/2026).
Untuk menutup sisa target 30 persen, Disdukcapil bersama Dinas Pendidikan menjalankan layanan jemput bola ke sekolah-sekolah.
Melalui program itu, petugas dapat langsung mengambil foto anak di lingkungan sekolah.
Dengan begitu, siswa dan orang tua tidak perlu lagi menyiapkan pasfoto fisik secara mandiri.
Langkah ini juga menjadi dukungan terhadap program unggulan Wali Kota Padang bertajuk “Padang Melayani dan Dekat pada Masyarakat”.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Padang Syafrida menegaskan pengurusan KIA sangat mudah.
Ia pun mengimbau para orang tua segera mengurus dokumen tersebut karena prosesnya berlangsung cepat.
Untuk anak usia 0-5 tahun, persyaratan yang dibutuhkan hanya fotokopi akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan KTP asli orang tua tanpa foto anak.
Sedangkan untuk anak usia 5-17 tahun, syaratnya sama, ditambah dua lembar pasfoto ukuran 2×3 jika tidak mengikuti layanan jemput bola.
Penerbitan KIA mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016.
Dokumen ini menjadi identitas resmi anak yang memudahkan berbagai urusan administrasi, mulai dari verifikasi data di bandara hingga pembukaan rekening bank.
Kepemilikan KIA juga membantu mengurangi risiko kerusakan dokumen asli seperti Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran yang kerap dibawa saat mengurus layanan publik.
Pemko Padang menargetkan seluruh anak di daerah itu memiliki identitas resmi untuk mendukung tertib administrasi generasi muda di masa depan.






Komentar