Dharmasraya – Hasil uji laboratorium mengejutkan ditemukan pada sampel makanan dari dapur SPPG/MBG di Dharmasraya. Kontaminasi bakteri terdeteksi, memicu kekhawatiran akan kualitas dan keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengungkapkan temuan ini dalam konferensi pers yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda pada Selasa (10/2/2026). "Berdasarkan hasil uji laboratorium yang kami terima 9 Februari, ditemukan adanya kontaminasi bakteri," ujarnya.
Annisa menambahkan, investigasi awal menunjukkan bahwa kontaminasi terjadi akibat pengelola Dapur SPPG Sang Surya Sungai Rumbai diduga tidak mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan petunjuk teknis keamanan pangan.
Menindaklanjuti kejadian pada 3 Februari 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya segera mengamankan sampel makanan dan mengirimkannya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk pemeriksaan laboratorium.
"Hasil laboratorium tersebut kami terima tanggal 9 Februari, dan pada hari yang sama Pemkab Dharmasraya telah melaporkan hasil uji laboratorium serta hasil investigasi terkait pelanggaran SOP tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN)," jelas Annisa.
Sebelum hasil laboratorium keluar, BGN telah mengambil langkah cepat dengan mencabut sementara izin operasional dapur umum tersebut. Forkopimda Kabupaten Dharmasraya kini menunggu tindak lanjut dari BGN setelah laporan resmi disampaikan.
Annisa menekankan pentingnya program MBG bagi masyarakat Dharmasraya, baik dalam pemenuhan gizi bagi 84.000 penerima manfaat maupun dampak ekonomi bagi UMKM pemasok bahan baku. "Oleh karena itu, jika ada oknum pengelola dapur yang melanggar SOP dan menyebabkan terganggunya keamanan pangan, maka hal tersebut harus ditindaklanjuti," tegasnya.
Bupati mengimbau Satuan Pelaksana Program Indonesia (SPPI) maupun Kepala SPPG untuk lebih aktif berkoordinasi dan melaporkan pelanggaran SOP, meskipun berada di bawah koordinasi BGN. Hal ini penting sebagai bahan evaluasi ke depan.
"Dengan koordinasi yang baik, Pemkab dan Forkopimda dapat membantu melakukan pendampingan serta deteksi dini, sehingga manfaat program MBG benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat," pungkas Annisa.






