Bulog Sumbar Gandeng Legislatif, Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Dinamika Global

Padang – Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk legislatif, demi menjaga ketahanan pangan daerah di tengah tantangan global. Kolaborasi ini bertujuan memastikan ketersediaan, distribusi, dan stabilitas harga bahan pokok.

Kepala Perum Bulog Sumbar, R. Darma Wijaya, menyatakan stok pangan, terutama beras, dalam kondisi aman. "Dengan cadangan yang memadai dan distribusi yang terus diperkuat, kami optimistis pasokan pangan tetap stabil, termasuk saat terjadi lonjakan permintaan," ujarnya saat bertemu dengan anggota Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, di Padang.

Pertemuan tersebut membahas penguatan cadangan pangan, optimalisasi distribusi logistik, dan menjaga stabilitas harga. Darma menegaskan, ketahanan pangan bergantung pada ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga. "Distribusi yang merata dan harga yang stabil merupakan bagian penting dari ketahanan pangan. Ini membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan," katanya.

Diskusi juga menyinggung inovasi dalam sistem distribusi pangan melalui pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Komisi IV DPR RI menekankan pentingnya peran Bulog sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas pangan nasional, termasuk di daerah dengan tantangan geografis seperti Sumbar.

Selain itu, dibahas pula kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, seperti bencana alam yang berpotensi mengganggu akses pangan masyarakat. Penguatan cadangan pangan pemerintah menjadi langkah antisipatif yang krusial.

Melalui sinergi antara Bulog dan Komisi IV DPR RI, diharapkan sistem ketahanan pangan di Sumbar semakin kokoh, mendukung stabilitas pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis mampu menjaga kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi," pungkas Darma.