BP BUMN Konsolidasikan Perusahaan, Dony Oskaria Dorong Efisiensi Nasional

Jakarta – Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan transformasi BUMN saat ini diarahkan pada integrasi dan konsolidasi untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Ia menyampaikan hal itu dalam Sarasehan Kebangsaan Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026, Jumat (27/6/2026).

Dony menjelaskan, tata kelola perusahaan pelat merah tengah berubah secara mendasar. Dari yang sebelumnya terfragmentasi, kini BUMN diarahkan menjadi lebih terkonsolidasi dan berorientasi pada penciptaan nilai.

Menurut dia, langkah tersebut menjadi salah satu penopang penting pemerintah dalam memperkuat empat pilar pembangunan, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, pengembangan sumber daya manusia unggul, serta kemandirian ekonomi.

Perampingan korporasi itu diproyeksikan mampu menghemat biaya hingga Rp50 triliun per tahun. Penghematan tersebut berasal dari hilangnya transaksi berlapis antara perusahaan induk, anak usaha, dan unit bisnis.

Dony juga menegaskan bahwa konsolidasi BUMN tidak akan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK). “Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK,” ujarnya.

Ia menambahkan, biaya tenaga kerja yang hanya berada pada kisaran Rp2 triliun hingga Rp3 triliun bukan menjadi hambatan bagi efisiensi perusahaan. Dengan demikian, penghematan Rp47 triliun tetap bisa dicapai meski seluruh karyawan dipertahankan.

Selain menekan biaya, pemerintah juga meminta keterbukaan penuh atas capaian dan data investasi BUMN kepada publik. Dony mengatakan, Presiden telah memberi instruksi tegas agar seluruh pengelola BUMN membuka informasi seluas-luasnya kepada masyarakat.

Ke depan, BUMN akan terus didorong menjadi penggerak ekonomi yang kompetitif melalui penguatan tata kelola, hilirisasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Komentar