BNPB Percepat Pembangunan Hunian Tahan Gempa Gunakan Sepablock di Sumatera Barat

Agam – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Barat dengan membangun hunian tetap (huntap) mandiri menggunakan teknologi Sepablock. Inovasi bata interlock produksi PT Semen Padang ini kini mulai diterapkan di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Agam untuk menggantikan hunian sementara warga terdampak bencana hidrometeorologi.

Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menjelaskan bahwa penggunaan Sepablock menjadi solusi strategis karena material ini memiliki keunggulan tahan gempa, ramah lingkungan, serta mempercepat durasi konstruksi. "Kami membutuhkan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berkelanjutan. Sepablock menjawab kebutuhan tersebut agar warga bisa segera menempati rumah permanen," ujar Rustian saat peletakan batu pertama di Agam, Kamis (16/4/2026).

Program ini disambut positif oleh pemerintah daerah. Di Limapuluh Kota, Bupati Safni Sikumbang menyebut konsep huntap mandiri memberikan fleksibilitas bagi warga yang memiliki lahan sendiri. Sebanyak 47 kepala keluarga di wilayahnya telah siap direlokasi ke hunian tipe 36 yang dibangun dengan material tersebut.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Ikbal, menegaskan komitmen daerah dalam mendukung percepatan pembangunan 1.089 unit huntap mandiri di wilayahnya. "Bagi kami yang terpenting adalah masyarakat bisa segera keluar dari hunian sementara dan menempati rumah yang layak. Dengan Sepablock, proses ini bisa dipercepat dan hunian juga berkualitas," ungkap Ikbal.

Pihak produsen, PT Semen Padang, menyatakan kesiapan penuh untuk memasok kebutuhan material tersebut. Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, memastikan bahwa Sepablock akan menjamin kualitas bangunan yang kokoh dan nyaman bagi para penyintas bencana.

Ke depan, BNPB berencana memperluas penggunaan teknologi ini ke provinsi lain seperti Aceh dan Sumatera Utara. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana di masa mendatang.