Padang – Sumatera Barat siaga bencana hidrometeorologi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi bencana tersebut yang berlaku mulai 21 hingga 27 November 2025.
Sebanyak 14 dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat berstatus siaga penuh. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Lima Puluh Kota.
BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau menjelaskan, penguatan Monsun Asia yang membawa massa udara lembap dari Samudra Hindia menjadi penyebab utama ancaman ini.
Topografi Pegunungan Bukit Barisan dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) negatif memperburuk kondisi tersebut.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana.
Pemerintah daerah melalui BPBD diminta untuk menggencarkan sosialisasi, memantau titik rawan, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan.
Potensi bencana yang dapat terjadi meliputi banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin kencang, dan petir.





Komentar