Beras Indonesia Penuhi Meja Haji 2026: Ekspor Perdana ke Arab Saudi


Penulisan Ulang Berita:

Jakarta – Kabar gembira bagi petani Indonesia! Beras produksi dalam negeri, merek Befood Nusantara, resmi menembus pasar Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026. Pelepasan ekspor ini menandai sejarah baru, dengan beras petani Indonesia langsung dinikmati di Tanah Suci.

Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa ekspor beras ini merupakan realisasi dari keputusan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas). "Hari Rabu, 4 Maret 2026, kita melaksanakan pelepasan ekspor beras Beefood Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia," ujarnya.

Volume beras yang diekspor mencapai 2.280 ton, disesuaikan dengan kebutuhan sekitar 215.000 jamaah dan petugas haji tahun 1447 Hijriah, sesuai permintaan dari Kementerian Haji. Rizal menambahkan, beras yang dikirim adalah gabah kering panen (GKP) segar.

Ekspor ini menjadi simbol peningkatan kapasitas produksi nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras Indonesia tahun 2024 mencapai sekitar 31 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi nasional sekitar 30 juta ton per tahun.

Kementerian Pertanian mencatat luas panen padi nasional lebih dari 10 juta hektare dengan produktivitas rata-rata 5,2 ton GKP per hektare, berkat program modernisasi pertanian, bantuan benih unggul, dan pembangunan irigasi.

Selama ini, kebutuhan beras jamaah haji Indonesia (sekitar 2.500-3.000 ton) dipenuhi dari pengadaan lokal di Arab Saudi atau impor dari Thailand dan Vietnam. Pemerintah berharap ekspor langsung ini menjamin kualitas pangan jamaah dan memberi nilai tambah bagi petani.

Data Food and Agriculture Organization (FAO) menunjukkan perdagangan beras dunia mencapai lebih dari 55 juta ton per tahun, didominasi oleh Thailand dan Vietnam. Masuknya Indonesia, meski terbatas, menunjukkan potensi besar jika produksi dan cadangan beras nasional stabil.

Ekspor ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani dengan membuka pasar baru. Pemerintah melalui Bulog berkomitmen menjaga stabilitas harga gabah dan memastikan stok cadangan beras pemerintah aman.

Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara agraris yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan berkontribusi pada pasar pangan global.