Padang – Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat selama sebulan terakhir menyebabkan sejumlah jembatan di berbagai kabupaten/kota roboh, rusak ringan hingga parah. Desain jembatan yang tidak mampu menahan beban lateral dari material yang dibawa air menjadi penyebab utama kerusakan.
Pemerhati Sumber Daya Air, Revalin Herdianto, menyatakan bahwa jembatan yang roboh umumnya tidak dirancang untuk menahan beban lateral yang besar. “Ketika air membawa material seperti kayu dan mendorong tubuh jembatan dari samping, struktur jembatan tidak mampu menahan beban tersebut,” jelasnya.
Revalin, yang juga merupakan Dosen Politeknik Negeri Padang (PNP), menekankan pentingnya pembangunan jembatan baru dengan perencanaan yang lebih modern. Ia menyebutkan setidaknya ada tujuh aspek sumber daya air yang harus diperhatikan dalam pembangunan jembatan baru, termasuk memperhitungkan tinggi muka air rencana berdasarkan kejadian-kejadian sebelumnya dan perubahan tutupan lahan.
Beberapa jembatan yang terdampak di Padang antara lain jembatan di Limau Manis, Gunung Nago, Surau Gadang – Kampung Olo, dan Kampung Tanjung Gunung Sarik menuju Belimbing Dekat SMP 41 Padang. Sementara itu, di Pariaman, jembatan di Lubuk Aluang juga roboh diterjang air deras.



Komentar