Shanghai – Situs web komik ilegal terbesar, BATO.TO, yang merugikan penerbit Jepang hingga 770 miliar yen, resmi ditutup pada 19 Januari 2026 setelah pengaduan pidana diajukan ke Biro Keamanan Publik Tiongkok.
Menurut Asosiasi Distribusi Konten Luar Negeri (CODA), penutupan ini merupakan hasil investigasi Biro Keamanan Publik Shanghai terhadap seorang pria di Guangxi Zhuang yang diduga mengoperasikan jaringan pembajakan BATO.TO. Jaringan ini mencakup sekitar 60 situs ilegal, termasuk xbato.com dan mangapark.io, yang mendistribusikan manga Jepang terjemahan dalam lebih dari 50 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.
"Kami mengapresiasi tindakan cepat dan tegas dari pihak berwenang Tiongkok dalam menindak pembajakan konten," ujar perwakilan CODA dalam keterangan resminya.
Kasus ini bermula dari laporan yang diajukan oleh penerbit besar Jepang seperti KADOKAWA, KODANSHA, SHUEISHA, SHOGAKUKAN, dan SQUARE ENIX pada 25 September 2025 ke Kantor Beijing CODA.
CODA mengungkapkan bahwa 60 situs bajakan tersebut mencatat sekitar 350 juta kunjungan, dengan total lalu lintas mencapai sekitar 7,2 miliar kunjungan antara Oktober 2022 dan Oktober 2025. Pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas ilegal ini diperkirakan mencapai 770 miliar yen.
Lebih lanjut, CODA menyoroti bahwa perkembangan teknologi AI yang pesat memperburuk masalah pembajakan. Penerjemahan yang semakin mudah berpotensi meluaskan tindakan ilegal semacam ini.






