Solok – Anggota Komisi V DPR RI asal Sumatera Barat, Zigo Rolanda, memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi Batang Lembang serta Batang Gawan di Tanah Garam, Kota Solok, segera dimulai dengan nilai proyek sekitar Rp170 miliar.
Ia menyebut pekerjaan itu saat ini sudah masuk tahap tender dan akan dijalankan melalui skema multi years contract selama dua tahun anggaran.
Zigo mengatakan percepatan proyek tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.
“Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum telah menyepakati anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sekitar kurang lebih Rp17 triliun. Program ini dijalankan bertahap hingga 2029 sebagai bentuk komitmen pemerintah memulihkan daerah terdampak bencana di Sumatera Barat,” ujar Zigo.
Ia menjelaskan, penanganan Batang Lembang dan Batang Gawan semula belum masuk daftar prioritas pada tahap pertama rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pada tahap awal, pemerintah hanya menetapkan tiga lokasi prioritas, yakni Batang Kuranji, Batang Maransi di Kota Padang, serta satu titik di Kabupaten Agam.
Namun, Zigo menyebut Pemerintah Kota Solok bersama DPRD dan Forkopimda memberi jaminan bahwa pembebasan lahan akan tuntas sehingga proyek bisa dipercepat.
“Awalnya ini masuk tahap kedua. Karena pemerintah daerah menjamin lahannya bersih dan siap, akhirnya bisa dimasukkan ke tahap pertama. Ini bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Kota Solok,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat mendukung proses pembangunan, terutama jika masih ada persoalan lahan di lapangan.
“Kalau persoalan lahan tidak selesai, pekerjaan yang sudah dikontrak akan terhambat. Kami berharap semua pihak mendukung agar pembangunan berjalan lancar,” ucapnya.
Selain pengendalian banjir, Kota Solok juga mendapat alokasi sekitar 224 unit Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS pada 2026.
Zigo menyebut jumlah BSPS untuk Sumatera Barat naik tajam dibanding sebelumnya, dari sekitar 826 unit menjadi 8.471 unit, sebagai bagian dari target pemerintah membangun tiga juta rumah dalam lima tahun.
“Kami terus mengawal agar masyarakat Kota Solok mendapatkan manfaat program ini. Namun seluruh penerima harus melalui proses verifikasi yang ketat dan berbasis aplikasi agar penyalurannya transparan serta tepat sasaran,” jelasnya.
Di sektor air bersih, usulan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM Kota Solok senilai sekitar Rp62 miliar juga telah lolos dalam sistem pengusulan pemerintah pusat.
Jika kondisi fiskal memungkinkan, pembangunan fisiknya ditargetkan mulai pada 2027, sementara penanganan darurat sudah berjalan.
Untuk mendukung pertanian, Kota Solok juga memperoleh 12 titik Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi atau P3-TGAI guna memperbaiki jaringan irigasi petani.
Zigo juga memastikan dirinya akan terus mengawal percepatan pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Solok.
Menurut dia, seluruh dokumen administrasi sudah lengkap dan kini tinggal menunggu penyelesaian kajian teknis antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Keuangan.
Selain itu, ia meminta Pemerintah Kota Solok segera menyelesaikan administrasi pemanfaatan kios di Terminal Bareh Solok agar program revitalisasi terminal yang sudah disiapkan pemerintah pusat bisa segera direalisasikan.
“Kami optimistis persoalan ini dapat diselesaikan sehingga Kota Solok tidak kehilangan kesempatan memperoleh program revitalisasi terminal yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Seluruh komitmen itu disampaikan Zigo saat Reses Perseorangan Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026/2027 di Kota Solok, Selasa (4/8/2026).
Dalam kesempatan itu, ia meninjau Batang Lembang dan Batang Gawan bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Wali Kota Solok, Wakil Bupati Solok, Ketua DPRD Kota, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Solok, unsur Forkopimda, dan masyarakat setempat.





Komentar