ASPIKOM CARE 2026 Bangkitkan Semangat Anak Penyintas Banjir Padang

Padang – ASPIKOM menggelar penguatan karakter dan trauma healing untuk siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang di Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (23/7/2026), guna membantu pemulihan psikologis anak-anak yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.

Kegiatan bertajuk ASPIKOM CARE 2026 itu melibatkan akademisi dari Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, dan Politeknik Negeri Padang.

Sejumlah akademisi dari perguruan tinggi di Malaysia, Kanada, Singapura, dan Thailand juga ikut ambil bagian.

Kedatangan rombongan ASPIKOM disambut hangat oleh para guru dan ratusan siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Sebagai bentuk penghormatan sekaligus perkenalan budaya Minangkabau, para siswa menampilkan randai di hadapan para tamu.

Pertunjukan itu mendapat sambutan meriah, terutama dari peserta yang datang dari luar negeri.

Kepala SD Bustanul Ulum Semen Padang, Eli Martinda, S.Pd., mengatakan kunjungan tersebut membawa kebahagiaan dan semangat baru bagi para siswa.

Ia menyebut sebagian anak masih menyimpan trauma setelah banjir bandang merusak dan menghanyutkan rumah warga.

“Alhamdulillah, kami sangat senang sekolah ini dikunjungi para dosen Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi, termasuk dari luar negeri. Berbagai kegiatan trauma healing yang dilaksanakan sangat menghibur anak-anak kami,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, ASPIKOM menghadirkan lima aktivitas edukatif dan interaktif.

Salah satunya Communication Games yang berisi permainan pemecah suasana, pesan berantai, dan tebak ekspresi untuk melatih komunikasi serta kerja sama dalam suasana menyenangkan.

Acara berikutnya bertajuk Aku Berani Bicara.

Pada sesi ini, siswa diminta memperkenalkan diri, menceritakan pengalaman, dan menyampaikan cita-cita mereka.

Setiap keberanian siswa diberi apresiasi berupa stiker bintang untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan orang lain.

Kegiatan Pohon Harapan mengajak siswa menuliskan harapan dan pesan positif untuk diri sendiri serta kampung halaman mereka.

Tulisan itu lalu ditempelkan pada pohon harapan.

Melalui Batu Busuk Impianku, para siswa menggambar dan mewarnai gambaran kampung yang mereka impikan.

Hasil karya tersebut kemudian dipamerkan dalam pameran sederhana.

Adapun penutup kegiatan bertajuk Budaya Kita, Dunia Kita.

Para siswa diajak menari, menyanyikan lagu, serta mengenal salam dan kebudayaan dari berbagai daerah dan negara.

“Penampilan randai menjadi salah satu bagian dari kegiatan tersebut,” kata Eli.

Ia menjelaskan trauma healing penting diberikan karena sebagian siswa masih mengalami tekanan psikologis setelah kehilangan rumah dan harta benda akibat banjir bandang.

“Banyak rumah masyarakat yang hanyut. Bahkan, hampir separuh rumah murid kami terdampak. Karena itu, kami bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Anak-anak terlihat ceria dan bahagia selama mengikuti kegiatan,” tuturnya.

Menurut Eli, dampak bencana masih kerap terlihat dalam proses belajar mengajar.

Sejumlah siswa disebut masih termenung karena kehilangan rumah dan belum mendapat kepastian tempat tinggal tetap.

“Kegiatan trauma healing ini membuat mereka kembali ceria dan lebih bersemangat melanjutkan pendidikan di SD Bustanul Ulum Semen Padang,” katanya.

SD Bustanul Ulum Semen Padang merupakan salah satu sekolah binaan PT Semen Padang melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Sekolah di kawasan Batu Busuk itu ikut merasakan dampak sosial dan psikologis setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut.

Kunjungan ASPIKOM CARE 2026 ke sekolah yang berada tepat di depan PLTA Kuranji milik PT Semen Padang itu juga menjadi bagian dari upaya membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk mendukung pendidikan dan perkembangan karakter siswa.

Komentar