AJI Padang Kawal Pemulihan Sumatra: Bencana Ekologis Bukan Sekadar Alam

Padang – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang menegaskan komitmennya untuk mengawal pemulihan Sumatra pasca-bencana ekologis. Penegasan ini disampaikan dalam peringatan HUT ke-21 AJI Padang yang mengangkat tema "Mengawal Sumatra Pulih", Sabtu (24/1/2026). Diskusi publik lintas sektor menjadi bagian dari peringatan ini, menghadirkan jurnalis, akademisi, aktivis lingkungan dan HAM, serta perwakilan masyarakat.

Ketua AJI Padang, Novia Harlina, mengatakan langsung bahwa tema ini bukan sekadar slogan. "Bencana ekologis yang berulang di Sumatra tidak bisa lagi dipandang sebagai peristiwa alam semata. Ada persoalan tata kelola sumber daya alam, kebijakan pembangunan, dan lemahnya pengawasan yang harus terus dikawal," tegasnya.

Novia menambahkan, pers memiliki peran penting dalam mengawasi pemenuhan hak-hak korban, pemulihan lingkungan, dan perlindungan kelompok rentan. "Kita ingin memastikan bahwa suara korban tidak tenggelam setelah perhatian publik mereda," imbuhnya.

Amalya Reza dari Trend Asia, salah satu pembicara diskusi, menjelaskan langsung bahwa bencana ekologis di Sumatra terkait dengan fenomena polikrisi. "Krisis iklim hari ini tidak berdiri sendiri. Ia hadir bersamaan dengan krisis pangan, krisis energi dan krisis ekonomi," ujarnya. Ia menekankan perlunya pendekatan pembangunan dan pemulihan pascabencana yang berbasis keadilan iklim.

Aidil Ikhlas dari AJI Padang, yang terjun langsung ke lokasi banjir bandang, membagikan temuan faktual. "Dampak bencana tidak hanya bersifat material, tetapi juga menyisakan persoalan sosial dan ekologis yang serius," ungkapnya. Ia menyoroti masalah struktural terkait kerusakan lingkungan dan tata kelola ruang.

LBH Padang, melalui Mitra Oktavia, menyoroti pelanggaran HAM struktural dalam bencana ekologis. "Dalam banyak kasus pascabencana, korban kehilangan akses terhadap hak atas rasa aman, kesehatan, pendidikan, dan keadilan," jelasnya. Ia menekankan bahwa pemulihan harus berbasis hak korban, bukan sekadar proyek.

Khalid Syaifullah dari Posko Sumbar Peduli menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi. "Pemulihan harus dimulai dari pemetaan risiko, pemulihan ruang hidup warga, serta penguatan kapasitas masyarakat," katanya. Ia menyoroti minimnya pelibatan masyarakat terdampak dalam perencanaan.

Sebagai penutup rangkaian HUT, AJI Padang memberikan Anugerah Pers Mahasiswa dan menyalurkan donasi untuk anak-anak korban bencana ekologis.